Bank Sentral China Naikkan Rasio Cadangan Devisa untuk Jaga Stabilitas Yuan

Bank Sentral China Naikkan Rasio Cadangan Devisa untuk Jaga Stabilitas Yuan

BEIJING, LELEMUKU.COM – Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBOC) pada Selasa (3/11/2026) mengumumkan akan menaikkan rasio persyaratan cadangan valuta asing (forex reserve requirement ratio) bagi lembaga keuangan sebesar dua poin persentase, menjadi kenaikan pertama dalam hampir lima tahun terakhir.

Langkah ini diperkirakan dapat meredakan tekanan penguatan mata uang yuan serta menstabilkan ekspektasi pasar.

PBOC menyatakan dalam pernyataan resminya bahwa rasio cadangan devisa akan dinaikkan dari 4 persen menjadi 6 persen, berlaku mulai 15 November 2026.

Sebagai alat manajemen makroprudensial di pasar valuta asing, rasio cadangan devisa merujuk pada porsi simpanan mata uang asing yang wajib dipegang oleh lembaga keuangan di PBOC. Kenaikan rasio ini memperketat likuiditas dolar Amerika Serikat dan meredakan tekanan penguatan yuan, sementara penurunan rasio meredakan tekanan pelemahan yuan.

Langkah terbaru ini diambil seiring penguatan nilai tukar yuan secara luas sepanjang tahun ini. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, yuan menguat secara kumulatif sebesar 4,2 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Laju penguatan tersebut semakin cepat sejak Oktober, dengan nilai tukar yuan di pasar domestik (onshore) menguat selama 14 hari perdagangan berturut-turut sejak 14 Oktober 2026.

Kepala Ekonom China Minsheng Bank Wen Bin mengatakan kenaikan rasio tersebut akan membantu mendorong keseimbangan penawaran dan permintaan di pasar valuta asing, serta menahan siklus yang terus memperkuat diri sendiri (self-fulfilling cycle), di mana ekspektasi penguatan yuan justru mendorong penguatan lebih lanjut.

Ia menambahkan bahwa kenaikan rasio ini merupakan langkah berbasis pasar yang terbuka dan transparan, dan penyesuaian ini mengirimkan sinyal kebijakan kepada pasar bahwa bank sentral akan menstabilkan ekspektasi pasar serta menjaga nilai tukar yuan tetap stabil pada tingkat yang wajar dan seimbang.

PBOC telah beberapa kali menyesuaikan rasio ini. Pada 2021, PBOC menaikkan rasio sebanyak dua kali hingga mencapai 9 persen. Dari 2022 hingga 2023, rasio tersebut diturunkan sebanyak tiga kali hingga mencapai posisi saat ini sebesar 4 persen.

Setelah pengumuman tersebut, nilai tukar yuan di pasar luar negeri (offshore) melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Data dari China Foreign Exchange Trade System menunjukkan bahwa hingga pukul 16.30 waktu setempat, nilai tukar spot yuan di pasar domestik ditutup pada level 6,6765 terhadap dolar Amerika Serikat, melemah 307 pip dari perdagangan hari sebelumnya.

Pada Oktober 2026, PBOC telah mengeluarkan pernyataan kebijakan terkait nilai tukar yuan, yang menyebutkan bahwa pihaknya akan fokus mencegah fluktuasi tajam jangka pendek pada nilai tukar, terutama pelemahan tajam jangka pendek yang dapat memengaruhi stabilitas keuangan.

PBOC menegaskan tidak menetapkan target level nilai tukar tertentu, namun apabila nilai tukar berfluktuasi tajam dalam jangka pendek dan pasar menunjukkan perilaku ikut-ikutan (herd behavior) serta ekspektasi yang tidak rasional, pihaknya akan mengambil langkah berbasis pasar untuk mencegah gejolak berlebihan (overshooting) yang mengganggu dalam jangka pendek.

Kepala Ekonom CITIC Securities Ming Ming mengatakan langkah PBOC ini akan membekukan sekitar 20 miliar hingga 25 miliar dolar Amerika Serikat likuiditas valuta asing di tingkat perbankan, serta mendorong keseimbangan penawaran dan permintaan di pasar valuta asing domestik. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya