Nusantara: Kota Ibu Kota Baru Indonesia yang Menyatu dengan Alam
NUSANTARA, LELEMUKU.COM - Kota Nusantara, ibu kota Indonesia yang sedang dibangun, menempatkan dirinya di tengah pulau Borneo sebagai simbol transisi nasional dan harapan pembangunan berkelanjutan.
Sejak lama, Indonesia telah memikirkan pemindahan ibu kota dari Jakarta karena masalah kepadatan dan penurunan lahan. Pada masa lalu, Presiden Sukarno bahkan menandatangani rencana Palangka Raya sebagai ibu kota pada tahun 1957. Namun, hanya pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, rencana tersebut menjadi konkret ketika ia memerintahkan Bappenas untuk menilai lokasi alternatif di Kalimantan pada tahun 2017.
Perjalanan Nusantara dimulai pada tahun 2022 setelah pandemi menunda konstruksi. Pada bulan Agustus 2022, fase pertama, zona Pemerintahan Utama, diluncurkan dengan partisipasi lebih dari seratus lima puluh ribu pekerja dari seluruh Indonesia. Sejak saat itu, pembangunan telah melibatkan lebih dari Rp 523 triliun, dengan kontribusi swasta mencapai Rp 65,3 triliun pada September 2025.
Desain kota ini menonjolkan keberlanjutan. Sejak lama, arsitek dan perencana menekankan bahwa 80 persen mobilitas harus didukung oleh transportasi publik, sepeda, atau berjalan kaki, sementara 10 persen wilayah dialokasikan untuk produksi pangan. Semua energi kota diharapkan berasal dari sumber terbarukan, dan kawasan hutan Kalimantan dijaga agar tetap terjaga keseimbangannya.
Secara budaya, Nusantara memadukan unsur-unsur tradisional dan modern. Nama “Nusantara” sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno, yang berarti ‘archipelago’, mencerminkan visi negara sebagai negara kepulauan. Di dalam kota, ruang publik dirancang untuk menampilkan seni dan kerajinan lokal, sehingga pengunjung dapat merasakan kehidupan masyarakat Kutai dan sekitarnya.
Keunikan Nusantara terletak pada integrasi arsitektur hijau dan teknologi canggih. Bangunan seperti Istana Negara, gedung kementerian, dan pusat kebudayaan dibangun dengan bahan ramah lingkungan dan sistem pengelolaan air limbah yang inovatif. Selain itu, taman kota dan danau buatan, seperti Danau Pancasila, menjadi tempat rekreasi bagi penduduk dan wisatawan.
Pariwisata Nusantara berkembang seiring dengan pembangunan. Sejak lama, kota ini menarik pengunjung dari dalam negeri maupun luar negeri, dengan kunjungan harian mencapai antara tiga ribu hingga lima ribu orang. Wisatawan dapat menikmati pemandangan kota modern yang berdampingan dengan hutan tropis, serta menjelajahi pasar tradisional yang menampilkan produk lokal.
Hubungan Nusantara dengan daerah lain juga diperkuat melalui infrastruktur transportasi. Pelabuhan Balikpapan, yang terletak berdekatan, berfungsi sebagai gerbang utama bagi kapal dan pesawat menuju ibu kota baru. Selain itu, jaringan jalan dan kereta api yang terhubung dengan provinsi lain memudahkan mobilitas barang dan orang.
Sampai sekarang, Nusantara tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga simbol perubahan sosial dan budaya. Kota ini menampilkan bagaimana Indonesia dapat menggabungkan modernitas dengan pelestarian alam, sekaligus memperkuat identitas nasional yang beragam.
Di masa kini, Nusantara terus berkembang, menyesuaikan diri dengan tantangan pembangunan berkelanjutan dan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, kota ini berupaya menjadi contoh bagi kota-kota lain di dunia. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri