Foto Gubernur Kaltim di Singapura Jadi Bara di Tengah Karhutla, Pemprov Buka Suara
SAMARINDA, LELEMUKU.COM – Jagat maya kembali bergelora. Sebuah potret Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, yang diduga tengah berada di Singapura mencuat ke permukaan publik di saat wilayah yang dipimpinnya masih berjuak melawan kebakaran hutan dan lahan. Foto tersebut pertama kali dibagikan oleh akun Threads @zumaahmad pada Senin (12/10/2026) dan dalam sekejap menjadi magnet perdebatan warganet.
Dalam bidikan yang tersebar luas, Rudy tampak duduk santai di sebuah restoran yang disebut berlokasi di kawasan Marina Bay, Singapura. Narasi yang menyertai unggahan itu sontak menohok rasa keadilan publik, mempertanyakan mengapa orang nomor satu di Kaltim justru berada di luar negeri ketika petugas di daerah masih bertarung melawan kobaran api. Ruang komentar pun berubah menjadi gelanggang kritik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Minggu (11/10/2026), karhutla melanda tiga lokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Belum tuntas proses pemadaman, laporan kebakaran kembali berdatangan dari aparatur Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, serta di perbatasan Desa Teluk Dalam dan Desa Perjiwa.
Pemprov Kaltim Angkat Bicara
Di tengah riuh rendah kecaman, Pemerintah Provinsi Kaltim akhirnya membuka kartu. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi, membenarkan bahwa Rudy memang terbang ke Singapura. Menurutnya, perjalanan itu bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau medical check up di Rumah Sakit Mount Elizabeth.
"Ya, Bapak itu kan dapat izin kemarin dari Pak Mendagri untuk check up kesehatan. Alasan kesehatan sih," ujar Ririn saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026). Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan pada Sabtu (10/10/2026). Namun, foto yang viral itu diambil saat Rudy tengah menyantap sarapan di hotel tempatnya menginap pada Minggu (11/10/2026) pagi.
Ririn juga menegaskan bahwa perjalanan tersebut telah mengantongi restu lisan dari Menteri Dalam Negeri. Permohonan izin tertulis diproses secara paralel lantaran agenda perjalanan bertepatan dengan akhir pekan. Setelah menjalani pemeriksaan, Rudy langsung kembali ke Tanah Air. Ia disebut telah tiba di Balikpapan pada Senin (12/10/2026) sore untuk kembali menjalankan agenda pemerintahan.
Pemprov Kaltim juga membantah narasi yang menyebutkan bahwa Rudy pergi ke Singapura untuk menonton ajang balap Formula 1. "Enggak, check up kesehatan aja, Bapak," tegas Ririn.
DPR RI Turut Menyoroti
Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, turut melontarkan kritik tajam. Menurutnya, sebagai pejabat publik tertinggi di wilayah yang sedang dilanda bencana asap, Rudy seharusnya berada di garis depan untuk memimpin upaya mitigasi. "Masalahnya, beliau adalah pejabat publik tertinggi di suatu wilayah yang sedang menghadapi bencana asap," kata Deddy kepada awak media, Selasa (13/10/2026).
Deddy menilai bahwa setiap warga negara memang memiliki hak untuk menentukan tempat dan pihak yang menangani kesehatannya. Namun, ia menekankan bahwa pejabat publik memiliki tanggung jawab moral ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. "Kalau tidak bisa di Kalimantan Timur, jika tidak terlalu berbahaya seharusnya cukuplah di Jakarta saja," ujarnya. Deddy pun meminta Rudy memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi yang mendasari pemeriksaan kesehatannya agar pertanyaan publik terjawab.
Kabut Asap Masih Menyelimuti Samarinda
Sementara itu, kabut asap akibat karhutla masih menyelimuti Samarinda. Pantauan di wilayah Sempaja dan sekitarnya pada Selasa (13/10/2026) menunjukkan kabut asap masih terlihat. Seorang warga, Zumaira (37), mengaku telah terbiasa mengenakan masker setiap kali keluar rumah karena asap yang menurutnya semakin pekat.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, kualitas udara di sejumlah wilayah masih berfluktuasi. Kepala DLH Kaltim, Joko Istanto, menyebutkan bahwa dominasi materi partikulat (PM) di beberapa kabupaten/kota masih tinggi. Bahkan, angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Kutai Barat sempat menyentuh kategori Berbahaya. "Fluktuasi angka partikulat cukup mengkhawatirkan, bahkan Kabupaten Kutai Barat sempat menembus kategori Berbahaya akibat kepungan asap," ujar Joko.
Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri telah mengintegrasikan ribuan personel untuk mengatasi karhutla. Gubernur Rudy Mas'ud sebelumnya menegaskan bahwa penanganan karhutla harus lebih preventif dan terintegrasi. "Begitu hotspot meningkat, patroli dan pencegahan harus segera bergerak," kata Rudy saat membuka Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim Tahun 2026 di Balikpapan. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri