Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Korban Tembus 293 Orang

Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Korban Tembus 293 Orang

SIDOARJO, LELEMUKU.COM – Sebanyak 293 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dilarikan ke sejumlah rumah sakit usai diduga mengalami keracunan massal akibat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

Insiden dugaan keracunan MBG di Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo berawal dari keluhan yang dialami para santri setelah melaksanakan salat Ashar. Sejumlah santri mengeluhkan kepala pusing dan perut mual. Kemudian, setelah Maghrib, ratusan santri dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang terhimpun hingga pukul 21.37 WIB, total santri yang dilarikan ke rumah sakit berjumlah 294 orang. Dengan rincian, dirawat di RS Notopuro 180 orang; RS Delta Surya 14 orang; RS Siti Hajar 58 orang; RS Pusura 13 orang; RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan 23 orang; RS Pusdik Bayangkara lima orang; dan RS Arafah Anwar Medika satu orang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebutkan bahwa dari total 293 santri yang dirawat di delapan rumah sakit, terdapat delapan pasien yang mengalami gejala berat dan masih menjalani pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut oleh tim medis.

Beredar informasi bahwa belasan santri yang menjadi korban meninggal dunia. Menanggapi hal ini, Kepala Satgas MBG Jawa Timur (Jatim) sekaligus Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, langsung berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan kabar tersebut. “Kami tanyakan ke BGN, tidak ada info soal santri yang meninggal dunia,” kata Emil Dardak kepada Kompas.com, Selasa (1/9/2026).

Hal senada disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi yang memastikan tidak ada santri yang meninggal dunia. “Tidak ada yang meninggal. Semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang menyatakan ada yang meninggal, itu tidak benar,” kata Subandi, usai memantau kondisi para santri yang menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo. Subandi menyebut, kondisi para santri yang menjalani perawatan terus membaik dan sebagian pasien bahkan dipersiapkan untuk pulang.

Berdasarkan informasi, menu MBG yang disajikan ke pondok sore hari itu berupa nasi putih, telur orak arik, tempe bumbu bali, tumis buncit baby corn, dan apel. Serka Andik, selaku pendamping Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan MBG, mengatakan makanan itu dikirim sekitar pukul 10.00 WIB. Biasanya, makanan dibagikan kepada para santri sekitar pukul 12.00 WIB. Salah satu santriwati, Syaza (15), menyebutkan bahwa menu sayur dalam MBG itu yang terasa kecut seperti basi.

Belum diketahui pasti menu MBG yang disantap tersebut berasal dari dapur SPPG atau pondok pesantren, karena kasusnya masih diselidiki. “Ini sedang didalami oleh rekan-rekan Badan Gizi Nasional (BGN),” ungkap Emil Dardak. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana memeriksa SPPG Kali Tengah pada Rabu (2/9/2026). “Besok, Insya Allah, kita cek ke sana bersama semua dinas,” ujar Subandi.

Sampai saat ini, kondisi di Ponpes Manba’ul Hikam masih dipenuhi wali santri yang menunggu kabar anaknya. Belasan ambulans dan personel TNI atau Polri disiagakan. Sementara santri yang kondisi kesehatannya stabil diminta kembali ke asrama. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya