Iran Kembali Lancarkan Serangan Rudal dan Drone ke Pangkalan AS, Trump Ancam Hantam Lebih Keras
TEHERAN, LELEMUKU.COM – Iran dilaporkan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke arah pangkalan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, Selasa (1/9/2026) malam atau Rabu (2/9/2026) dini hari WIB, sebagai respons atas serangan udara AS terbaru terhadap target Garda Revolusi Iran (IRGC).
Serangan balasan Iran terjadi hanya beberapa jam setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan serangan baru terhadap target IRGC di Iran. Serangan AS pada Selasa waktu setempat itu menargetkan lokasi di Provinsi Hormozgan di Iran selatan dan Provinsi Sistan-Baluchestan di tenggara. Ledakan dilaporkan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas, Pulau Qeshm, dan Konarak. Seorang pejabat Iran menyatakan belum ada laporan korban jiwa akibat serangan terbaru tersebut.
Menurut laporan media, Iran meluncurkan rudal dan drone ke arah posisi musuh. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa Iran meluncurkan rudal ke pangkalan AS di negara-negara kawasan pada Selasa malam. Laporan tersebut menyebut serangan itu sebagai "Operasi Penentu" oleh Angkatan Bersenjata Iran sebagai respons atas serangan AS. Seorang sumber militer senior Iran mengatakan kepada Tasnim bahwa respons Iran akan berkali-kali lipat lebih besar dari serangan AS.
Sebelumnya, pada Minggu (30/8/2026), AS menyerang dua peluncur rudal IRGC di Pulau Larak di Selat Hormuz. Iran membalas pada Senin (31/8/2026) dengan menembakkan setidaknya delapan rudal balistik ke pangkalan udara AS di Yordania serta melancarkan serangan drone ke Pangkalan Udara Al Minhad di Uni Emirat Arab. Yordania mengklaim berhasil mencegat delapan rudal yang masuk ke wilayah udaranya.
Menanggapi eskalasi ini, Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman keras. Dalam sebuah pernyataan, Trump memperingatkan bahwa jika Iran merespons serangan AS terbaru, mereka akan diserang lagi "pada tingkat yang jauh lebih keras dan lebih tinggi". Sebelumnya, Trump juga menyatakan bahwa jika konflik memasuki putaran ketiga, Iran akan "dilenyapkan sepenuhnya sebagai sebuah negara".
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat tajam setelah jeda pertempuran selama lebih dari sebulan, memicu kekhawatiran akan konflik berskala besar di kawasan Timur Tengah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban atau kerusakan akibat serangan balasan Iran terbaru. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri