Aksi di Simpang Gramedia Jogja Diwarnai Kericuhan, Massa Akhirnya Bubar
YOGYAKARTA, LELEMUKU.COM – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Sipil di simpang empat Jalan Jenderal Sudirman atau Simpang Gramedia, Kota Yogyakarta, berakhir bubar setelah berlangsung sekitar 6,5 jam, Selasa (1/9/2026) malam. Aksi yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat sipil tersebut diwarnai beberapa kali kericuhan dengan sekelompok orang yang mengaku sebagai warga.
Aksi demonstrasi yang terpusat di simpang empat Jalan Jenderal Sudirman, Gondokusuman, tersebut dimulai sejak pukul 16.00 WIB. Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil ini sebelumnya berkumpul terlebih dahulu di Wisma Kagama UGM sebelum bergerak menuju lokasi utama.
Kericuhan pertama terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, ketika tiba-tiba sekelompok massa lain mendekati para mahasiswa dan terjadi saling dorong.Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Ari Setyawan Wibowo, turun tangan menengahi kericuhan antar dua kelompok tersebut.“Udah dari jam 4 tadi udah disetop (jalannya). Jagalah jangan sampai terprovokasi yang lainnya,” ujar Kapolresta.
Situasi kembali memanas sekitar pukul 20.41 WIB, ketika sekelompok orang yang mengaku sebagai warga mendatangi massa aksi dan meminta agar aksi dibubarkan.Mereka mengeluhkan aktivitas ekonomi yang terganggu akibat penutupan jalan. “Apa gak kasihan sama kanan kiri. Alokasikan ke tempat yang gak ganggu, jangan di tengah-tengah jalan, mereka juga rakyat yang jualan,” kata salah seorang yang mengaku warga.“Kalau kalian demo menyalurkan aspirasi jangan ganggu ekonomi di DIY. Kasihan mereka, mahasiswa harusnya ngerti sampaikan gagasan dengan brilian,” imbuhnya.
Dialog antara kedua kelompok berlangsung alot, diselingi saling lontar umpatan. Polisi berulang kali melerai kedua pihak saat situasi memanas.Sejumlah mahasiswa peserta aksi dilaporkan membutuhkan bantuan medis usai bentrok.“Tadi sempet ada mahasiswa yang pada akhirnya membutuhkan bantuan medis. Itu terjadi karena ada provokator yang memprovokasi kita, sehingga sempat ricuh sebentar,” kata salah satu peserta aksi, Fa.
Setelah melalui proses diskusi yang cukup memakan waktu, sekitar pukul 21.50 WIB kedua pihak sepakat membubarkan diri. Massa aksi bergerak menuju ke utara, sedangkan massa yang mengaku warga membubarkan diri ke arah selatan.Namun kerusuhan kembali pecah sekitar pukul 22.00 WIB ketika pihak warga menyerang massa mahasiswa. Personel Dalmas pun diterjunkan untuk meredam ketegangan.Keadaan berangsur kondusif pukul 22.15 WIB dan simpang empat Gramedia kembali dibuka untuk lalu lintas.
Massa dari aliansi masyarakat sipil ini menyuarakan dua tuntutan utama. “Tuntutan kami sederhana, ada dua. Yang pertama, turunkan rezim hari ini, dan yang kedua, tarik mundur kolonialisme Indonesia dari wilayah periferi jajahannya,” ujar peserta aksi.Ketua Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM), Mesa, mengatakan akar permasalahan bangsa ini karena kebijakan yang lahir dari kepemimpinan rezim saat ini.“Banyak permasalahan yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Alih-alih kita punya banyak tuntutan, mungkin bisa sampai 200 tuntutan, lebih baik disederhanakan ke akar permasalahannya, yaitu rezim hari ini,” katanya.
Pemerintah saat ini dinilai tak ubahnya kolonialisme Belanda. Negara ini masih dijajah oleh alokasi APBN yang justru difokuskan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan banyak program prioritas yang dipaksakan.Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyoroti kasus kekerasan yang menimpa Bambang Setyawan, warga Pejompongan Jakarta, serta mempertanyakan kemampuan aparat kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil.Personel kepolisian dari Polresta Yogyakarta, Dalmas Polda DIY, Dalmas Polres Bantul, Dalmas Polres Kulonprogo, dan Brimob Polda DIY diterjunkan untuk melakukan pengamanan di lokasi aksi. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri