Aloisius Giyai Dorong Anak Papua Jadi Pencipta Kerja

Aloisius Giyai Dorong Anak Papua Jadi Pencipta Kerja

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Teologi Katolik (STTK) Papua, Dr drg. Aloisius Giyai M.Kes mendorong mahasiswa baru Universitas Katolik Fajar Timur Papua untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja pada Jumat (14/8/2026).

Pesan tersebut disampaikan Aloisius saat memberikan materi dalam kegiatan Pembekalan Mahasiswa Baru Universitas Katolik Fajar Timur Papua Tahun Akademik 2026 dan 2027. Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada perolehan ijazah dan pekerjaan setelah lulus.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua ini menilai mahasiswa harus dibentuk menjadi pribadi yang mampu menciptakan nilai, membuka peluang, memecahkan persoalan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Perubahan tersebut harus dimulai dari cara mahasiswa memandang masa depan sejak awal perkuliahan.

Aloisius Giyai merupakan sosok yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian kepada masyarakat di Provinsi Papua. Sebelum mengemban amanat sebagai Ketua Yayasan STTK yang menyelenggarakan Universitas Katolik Fajar Timur Papua, ia tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Latar belakangnya sebagai dokter gigi dan pengalaman memimpin sektor kesehatan daerah membuatnya paham betul kebutuhan sumber daya manusia unggul di wilayah tersebut.

Dalam paparannya, ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan profesi Aparatur Sipil Negara sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan setelah menyelesaikan pendidikan. Hal ini dikarenakan lapangan pekerjaan di pemerintahan memiliki keterbatasan sehingga tidak semua sarjana dapat ditampung menjadi pegawai negeri.

Oleh karena itu, pendidikan kewirausahaan dinilai perlu menjadi bagian penting bahkan menjadi mata kuliah wajib di kampus tersebut. Ia menekankan bahwa entrepreneurship bukan sekadar belajar berdagang, melainkan melihat peluang, mengenali kebutuhan masyarakat, memecahkan masalah, hingga menciptakan lapangan pekerjaan.

"Anak Papua harus naik kelas: dari pencari kerja menjadi pencipta kerja," tegas Aloisius Giyai.

Ia juga menjelaskan perbedaan mendasar antara pencari kerja dan pencipta kerja. Menurutnya, seorang pencari kerja hanya berfokus pada cara mendapatkan kesempatan yang ada, sedangkan pencipta kerja berpikir bagaimana menciptakan kesempatan tersebut.

"Seorang pencari kerja bertanya, di mana ada lowongan. Seorang pencipta kerja bertanya, masalah apa yang dapat saya selesaikan," ujarnya.

Selain kewirausahaan, mahasiswa juga diminta menguasai teknologi dan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab. Teknologi tersebut harus digunakan untuk membantu proses berpikir dan bekerja secara lebih efisien, bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir secara langsung.

Ia juga memberikan pandangan terkait tugas akhir mahasiswa yang menurutnya harus semakin dekat dengan kehidupan nyata. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menghasilkan tulisan akademik, tetapi juga menghasilkan karya nyata, proyek, inovasi, atau usaha sesuai bidang keilmuan masing-masing.

"Sebelum belajar mengelola perusahaan, belajarlah mengelola diri sendiri. Sebelum belajar mengelola uang perusahaan, belajarlah mengelola uang pribadi," ujarnya.

Ia menutup pesannya dengan menekankan bahwa masa depan Papua berada di tangan generasi muda yang berani memulai berkarya sejak masa kuliah. Ia berharap kampus dapat melahirkan generasi yang beriman, berkarakter, mandiri, dan mampu melayani masyarakat.

"Anak Papua harus naik kelas. Dari pencari kerja menjadi pencipta kerja, dari konsumen menjadi produsen, dari pengguna menjadi pencipta, dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat, dan dari pencari peluang menjadi pembuka peluang," pungkas Aloisius Giyai. (Laura)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya