Gibran Rakabuming Raka Berjanji Tindak Lanjuti Dampak Stockpile Batu Bara Di Candi Muaro Jambi

JAMBI, LELEMUKU.COM – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka berjanji akan menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dampak aktivitas penumpukan batu bara di Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Jambi pada Kamis (16/7/2026).

Laporan tersebut disampaikan langsung oleh seorang mahasiswa saat berdialog dengan Wakil Presiden. Mahasiswa tersebut menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi situs bersejarah yang dinilai menghadapi ancaman kerusakan akibat aktivitas industri di sekitarnya.

Kawasan Candi Muaro Jambi yang terletak di Kabupaten Muaro Jambi memiliki luas sekitar 3.981 hektare. Situs bersejarah ini merupakan kompleks percandian Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara yang diperkirakan berkembang antara abad ketujuh hingga abad ke-13 Masehi.

Keberadaan aktivitas penumpukan batu bara di sekitar kawasan tersebut telah menjadi perhatian berbagai kalangan selama beberapa tahun terakhir karena dikhawatirkan mengganggu kelestarian lingkungan dan nilai historis situs. Saat ini, Pemerintah Indonesia juga sedang mendorong kawasan tersebut agar memperoleh pengakuan sebagai Warisan Dunia dari UNESCO.

Dalam proses penilaian menjadi Warisan Dunia, aspek perlindungan kawasan, pengelolaan, keaslian situs, serta kondisi lingkungan di sekitarnya menjadi perhatian penting. Oleh karena itu, berbagai aktivitas industri yang dinilai berpotensi memengaruhi kelestarian kawasan perlu segera ditangani agar tidak menghambat proses pengusulan tersebut.

Saat berdialog, warga menyampaikan aspirasi agar situs sejarah tersebut diselamatkan dari aktivitas industri. "Pak Wapres, tolong selamatkan Candi Muaro Jambi dari stockpile batu bara," ujar warga.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden menegaskan bahwa kawasan cagar budaya harus dilindungi dari aktivitas yang berpotensi merusak kelestariannya. "Ini stockpile batu bara seharusnya tidak boleh berada di sekitar cagar budaya. Cagar budaya harus dilindungi dan tidak boleh terganggu oleh aktivitas yang berpotensi merusaknya," kata Gibran.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga menyatakan akan segera menelusuri pihak pengelola aktivitas penumpukan batu bara tersebut dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi untuk mengambil langkah penyelamatan yang tepat. "Ini akan kita tindaklanjuti," kata Gibran. (Olemah)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya