Bupati Jayawijaya Memverifikasi Langsung Data Guru Honorer Kategori Dua Di Wamena

WAMENA, LELEMUKU.COM – Bupati Jayawijaya Atenius Murip memimpin langsung pertemuan dan verifikasi data para guru kontrak Kategori Dua di Kantor Bupati Jayawijaya pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keaktifan para tenaga pendidik di sekolah masing-masing serta memperbarui database guru honorer di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Jayawijaya Kaleb Asso menyebutkan bahwa sebanyak 278 guru kontrak menghadiri kegiatan verifikasi tersebut. Para guru yang hadir terdiri dari jenjang taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah kejuruan dari 40 distrik se-Kabupaten Jayawijaya.

Dari sekitar 600 tenaga kontrak kategori umum yang akan ditata oleh pemerintah daerah, kebutuhan di lingkungan Dinas Pendidikan diperkirakan mencapai sekitar 224 formasi. Prioritas penataan ini menyasar tenaga kontrak yang direkrut pada tahun 2013, 2014, 2015, dan tahun-tahun sebelumnya, sedangkan rekrutan tahun 2016 hingga 2017 tidak termasuk dalam tahapan ini.

Proses verifikasi dilakukan dengan memanggil dan mengabsen satu per satu guru honorer untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Berdasarkan hasil pencocokan data, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menemukan sejumlah nama yang masih tercatat namun ternyata telah meninggal dunia, berpindah ke daerah otonom baru, atau tidak lagi aktif melaksanakan tugas mengajar.

Para guru kontrak tersebut selama ini menerima pembiayaan melalui anggaran yang dikelola Dinas Pendidikan, termasuk yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah. Setelah seluruh proses pendataan ini selesai, Dinas Pendidikan akan menyerahkan hasilnya kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jayawijaya untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.

Bupati Jayawijaya Atenius Murip menjelaskan bahwa pembaruan data ini sangat penting agar database yang dikirim ke pemerintah pusat benar-benar akurat dan valid sebagai dasar pengusulan status kepegawaian. "Kami mengundang guru-guru honorer untuk memastikan apakah mereka benar-benar masih aktif mengajar. Saya ingin melihat langsung kondisi mereka, berapa lama mereka mengabdi, apakah masih aktif, sudah pindah, atau bahkan ada yang sudah meninggal dunia," kata Atenius Murip.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jayawijaya Kaleb Asso menambahkan bahwa pendataan ini menjadi dasar untuk melakukan rekrutmen sesuai kebutuhan nyata di setiap sekolah. "Pendataan ini penting karena ada guru yang sudah meninggal, ada yang pindah ke kabupaten baru, dan ada juga yang sudah tidak mengajar. Karena itu, kita akan melakukan rekrutmen sesuai kebutuhan riil di setiap sekolah. Mekanisme teknisnya akan kami atur lebih lanjut," ujar Kaleb Asso.

Melalui penataan ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap pelayanan pendidikan kepada masyarakat dapat berjalan semakin optimal dengan terpenuhinya kebutuhan tenaga pendidik secara tepat di setiap satuan pendidikan. (Berita)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya