Tan Monj Port Numbay Jadi Wadah Generasi Muda Papua Promosikan Pariwisata dan Budaya
JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menetapkan ajang pemilihan Tan Monj Port Numbay sebagai agenda tahunan mulai tahun 2026. Keputusan ini diambil setelah Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menerima audiensi 20 finalis Tan Monj Port Numbay di Kantor Wali Kota Jayapura pada Rabu, 20 Mei 2026.
Abisai Rollo menegaskan bahwa ajang Tan Monj bukan sekadar kontes kecantikan atau ketampanan, melainkan wadah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi representasi pariwisata dan budaya Kota Jayapura.
Para finalis yang merupakan putra-putri terbaik dari 10 kampung adat di Kota Jayapura ini dipersiapkan secara matang untuk menjadi duta wisata daerah .
"Tan Monj harus mampu menjadi representasi pariwisata Kota Jayapura. Mereka bukan hanya tampil dalam ajang seremonial, tetapi juga harus menjadi wajah daerah yang bisa memperkenalkan wisata, budaya, dan identitas Port Numbay," ujar Rollo.
Kadispar Kota Jayapura, Richard Nahumury, menjelaskan bahwa ajang yang memasuki penyelenggaraan ke-13 sejak 2012 ini menekankan standar nasional di era digitalisasi.
Para finalis dituntut memiliki kemampuan public speaking yang baik, penguasaan bahasa asing, serta aktif dalam mempromosikan pariwisata melalui media sosial.
"Kami ingin Tan dan Monj 2026 melahirkan ambassador pariwisata yang tidak hanya cantik atau tampan, tapi juga cerdas, artikulatif, dan mencerminkan kekayaan budaya Port Numbay. Ajang ini menjadi wadah membangun generasi muda yang mempromosikan potensi wisata Kota Jayapura, dari pantai hingga adat istiadat," ujar Nahumury.
Sebelumnya, ajang pemilihan Tan Monj Port Numbay digelar dua tahun sekali. Namun, para finalis mengusulkan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi generasi muda dalam berkontribusi di sektor pariwisata. Usulan tersebut disambut baik oleh Walikota Abisai Rollo yang langsung menindaklanjutinya.
"Saya setuju dan mulai tahun ini pemilihan Tan Monj dilaksanakan setiap tahun. Ini penting untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi wajah pariwisata Kota Jayapura," tegas Rollo.
Wali Kota juga meminta Dispar Jayapura segera berkoordinasi dengan seluruh kepala kampung agar mendukung penuh agenda tahunan tersebut.
Dukungan dari kampung-kampung dinilai penting karena keterlibatan masyarakat adat menjadi bagian utama dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.
Melalui ajang Tan Monj Port Numbay, Pemkot Jayapura berharap dapat melahirkan duta-duta pariwisata yang siap berkompetisi di tingkat nasional, sekaligus mendorong generasi muda Papua untuk turut aktif mempromosikan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal Port Numbay kepada masyarakat luas.
"Pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus terlibat, termasuk kampung-kampung yang memiliki potensi budaya dan wisata. Kami targetkan setiap kampung dapat mengutus putra-putri terbaiknya untuk mengikuti pemilihan Tan Monj setiap tahunnya," ujar Nahumury.
Sementara itu, persyaratan peserta Tan Monj Port Numbay meliputi usia 19 hingga 23 tahun, sehat jasmani dan rohani, mahir berbahasa Indonesia, serta memiliki tinggi badan minimal 170 sentimeter untuk pria dan 165 sentimeter untuk wanita. Kemampuan berbahasa asing menjadi nilai tambah bagi setiap peserta.
Tahapan seleksi meliputi tes tertulis, wawancara mendalam, penilaian selama pra-karantina dan karantina, serta performa di grand final. Juri independen dan profesional akan menilai kemampuan para finalis dalam mempresentasikan keindahan pariwisata Kota Jayapura. (Laura)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri




