Rupiah Sentuh Rp17.600, Ekonom Ingatkan Dampak ke Meja Makan

Rupiah Sentuh Rp17.600, Ekonom Ingatkan Dampak ke Meja Makan

JAKARTA, LELEMUKU.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke level terendah sepanjang sejarah, Jumat (15/5/2026), menembus kisaran Rp17.600 setelah sempat menyentuh posisi terendah Rp17.614 per dolar AS pada hari yang sama.

Pelemahan rupiah berdampak langsung pada harga barang impor seperti pangan, energi, dan bahan baku industri, sehingga berpotensi memicu kenaikan inflasi. Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, mengatakan tekanan inflasi impor (imported inflation) akibat pelemahan rupiah mulai berdampak pada komoditas pangan berbasis impor seperti gandum dan kedelai. Akibatnya, harga produk seperti mi instan, roti, tahu, dan tempe berpotensi mengalami kenaikan bertahap.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang ikut terdampak pelemahan rupiah menyebabkan biaya distribusi dan logistik meningkat, yang pada akhirnya mendorong harga barang di pasaran ikut naik. 

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan pelemahan nilai tukar pada dasarnya memperumit kondisi industri saat ini dan stabilitas nilai tukar sangat krusial untuk meredam dampak eksternal terhadap ekonomi domestik.

Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengingatkan bahwa pelemahan rupiah berdampak pada kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. 

“Kalau pelemahan rupiah ini tidak dimitigasi dengan cepat, dampaknya bisa langsung terasa ke biaya produksi, harga barang impor, sampai harga kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat dikutip dari Kompas.com, Jumat (15/5/2026). (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya