Richard Nahumury Sebut Tan Monj Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Representasi Identitas Port Numbay
JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Plt Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Jayapura, Richard Nahumury menyebutkan bahwa ajang pemilihan Tan Monj Port Numbay bukanlah sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, ajang ini merupakan wadah strategis untuk mencetak generasi muda yang mampu menjadi representasi identitas, budaya, dan pariwisata Port Numbay di kancah yang lebih luas.
Pernyataan ini disampaikan Richard menyusul audiensi 20 finalis Tan Monj Port Numbay 2026 bersama Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, di Kantor Wali Kota Jayapura pada Rabu, 20 Mei 2026.
Nahumury menjelaskan bahwa para finalis yang terdiri dari putra-putri terbaik Kota Jayapura ini dipersiapkan secara matang untuk menjadi duta pariwisata yang mampu mempromosikan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal Port Numbay kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Tan Monj harus mampu menjadi representasi pariwisata Kota Jayapura. Mereka bukan hanya tampil dalam ajang seremonial, tetapi juga harus menjadi wajah daerah yang bisa memperkenalkan wisata, budaya, dan identitas Port Numbay," ujar dia.
Sebagai Plt Kadispar, Nahumury memiliki pengalaman panjang dalam menggelar berbagai event kebudayaan dan kepariwisataan di Kota Jayapura. Sebelumnya, ia terlibat dalam penyelenggaraan Festival Port Numbay Explore Kayo Batu dengan tema "Yeoya One Muema Tahi Muene Rjai" yang bermakna merajut budaya di atas pasir dan laut, sebuah tema yang mengajak masyarakat menyatu dengan akar budaya dan kekayaan alam pesisir.
Ia juga aktif mendorong pengembangan infrastruktur wisata, seperti pembangunan wahana flying fox dan banana boot di Pantai Pasir 2 Holtekamp sebagai upaya meningkatkan daya tarik sektor pariwisata sekaligus mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura.
Ia menambahkan bahwa Dinas Pariwisata Kota Jayapura telah merancang berbagai program pembinaan bagi para finalis Tan Monj, termasuk pelatihan public speaking, wawasan kepariwisataan, serta penguasaan bahasa asing. Hal ini sejalan dengan standar pemilihan Tan Monj yang mensyaratkan kemampuan komunikasi yang baik dan penguasaan bahasa asing sebagai nilai tambah.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, generasi muda Papua khususnya anak-anak asli Port Numbay bisa membantu pemerintah daerah untuk mempromosikan destinasi wisata di Kota Jayapura," sebut dia.
Nahumury pun mengapresiasi keputusan Wali Kota Abisai Rollo yang menetapkan pemilihan Tan Monj sebagai agenda tahunan mulai tahun ini. Sebelumnya, ajang tersebut digelar dua tahun sekali. Keputusan ini dinilainya sebagai langkah maju untuk memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda dalam berkontribusi di sektor pariwisata.
"Kami di Dinas Pariwisata akan segera berkoordinasi dengan seluruh kepala kampung agar mendukung penuh agenda tahunan ini. Dukungan dari kampung-kampung sangat penting karena keterlibatan masyarakat adat menjadi bagian utama dalam pengembangan pariwisata daerah," katanya.
Nahumury menjelaskan bahwa Kota Jayapura memiliki 10 kampung adat dengan potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata alam, budaya, hingga bahari. Melalui ajang Tan Monj, potensi dari masing-masing kampung diharapkan dapat lebih dikenal dan dipromosikan secara masif.
"Pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus terlibat, termasuk kampung-kampung yang memiliki potensi budaya dan wisata. Kami targetkan setiap kampung dapat mengutus putra-putri terbaiknya untuk mengikuti pemilihan Tan Monj setiap tahunnya," harap Nahumury. (Laura)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
