Prabowo Buka Baju di Monas, Lempar Safari ke Buruh
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Presiden Prabowo Subianto melakukan aksi spontan yang mengejutkan saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Usai menyampaikan pidato, Prabowo melepas baju safari berwarna cokelat muda yang dikenakannya dan melemparkannya ke arah kerumunan buruh yang langsung berebut.
Momen tak biasa tersebut terjadi setelah Presiden yang didampingi oleh sejumlah pimpinan konfederasi buruh seperti Said Iqbal, Andi Gani Nena Wea, Jumhur Hidayat, dan Elly Rosita berpidato sekitar 35 menit.
Saat berpidato, Prabowo sempat berjogit kecil mengikuti irama musik dari panggung. Puncaknya, usai meneriakkan kata "Hidup Buruh!", ia membuka kancing baju safari cokelatnya, melepasnya, lalu melemparkannya ke arah lautan buruh yang memadati kawasan Silang Monas.
Kerumunan buruh dan emak-emak langsung saling tarik menarik untuk mendapatkan baju tersebut.
Presiden kemudian meninggalkan panggung hanya dengan mengenakan kaos oblong berwarna hitam. Ia bersama rombongan turun ke bawah dan menyalami para buruh.
Aksi merakyat itu berlanjut saat Prabowo naik ke atas mobil taktis Maung putih andalannya. Sambil mobil melaju perlahan memecah kerumunan, ia membagikan kaus-kaus baru berwarna biru muda yang masih terbungkus rapi. Suasana Monas pun semakin pecah karena ratusan ribu buruh histeris berebut kaus tersebut.
Di balik aksi teatrikal tersebut, Presiden Prabowo juga membawa sejumlah janji kebijakan yang disambut antusias oleh para pekerja. Ia berjanji akan membangun tempat penitipan anak atau daycare di kawasan industri secepatnya, meratifikasi Konvensi ILO 188 untuk melindungi para nelayan, serta meneken Peraturan Presiden tentang ojek online yang memangkas potongan aplikator maksimal hanya delapan persen.
Namun, aksi simbolis ini juga menuai pro dan kontra. Sebagian kalangan menilai gestur tersebut sebagai bentuk kedekatan tulus antara pemimpin dan rakyat. Namun, para analis dan aktivis buruh mengingatkan bahwa buruh tidak hanya butuh baju, tetapi juga kepastian regulasi.
Beberapa tuntutan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah antara lain revisi formula upah berdasarkan kebutuhan hidup layak, evaluasi praktik outsourcing, serta perlindungan pekerja di era otomatisasi.
Peringatan May Day 2026 di Monas berlangsung damai dan meriah. Presiden Prabowo tiba di lokasi saat band Tipe-X tengah membakar semangat ribuan buruh. Kehadiran lintas konfederasi buruh dalam satu panggung bersama presiden menunjukkan adanya upaya konsolidasi nasional. Namun, publik masih menanti apakah kebijakan yang lahir setelah peringatan ini akan sehangat sambutan massa di lapangan atau sekadar catatan kaki dalam sejarah gaya komunikasi politik. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
