Hegseth Tegaskan Project Freedom Beda dari Epic Fury

Hegseth Tegaskan Project Freedom Beda dari Epic Fury

WASHINGTON, LELEMUKU.COM – Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan peluncuran "Project Freedom", sebuah operasi militer yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial yang terhambat sejak konflik memanas. Dalam konferensi pers di Pentagon pada Selasa (5/5/2026), Hegseth menegaskan bahwa operasi ini bersifat defensif dan terpisah dari operasi utama "Epic Fury".

"Operasi ini terpisah dan berbeda dari Operation Epic Fury. Project Freedom bersifat defensif, terbatas ruang lingkupnya, dan sementara durasinya, dengan satu misi: melindungi pelayaran komersial yang tidak bersalah dari agresi Iran," ujar Hegseth yang didampingi Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine. 

Dia menambahkan bahwa AS tidak mencari konfrontasi, namun Iran tidak boleh dibiarkan memblokir jalur air internasional. "Kami tidak mencari perkelahian, tetapi Iran juga tidak boleh diizinkan memblokir negara-negara yang tidak bersalah dan barang-barang mereka dari jalur air internasional," tegasnya.

Project Freedom diluncurkan pada Senin (4/5/2026) sebagai respons atas penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, yang mengganggu sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia. Iran sebelumnya mewajibkan semua kapal yang melintas untuk mendapatkan izin dari angkatan bersenjatanya dan mengancam akan menyerang setiap kapal yang melanggar. 

Misi ini melibatkan kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS, lebih dari 100 pesawat darat dan laut, platform nirlawan multidomain, serta sekitar 15.000 personel. President Donald Trump, yang mengumumkan operasi ini pada Minggu (3/5/2026), menyatakan bahwa AS telah menembak jatuh tujuh perahu cepat Iran sejak misi dimulai.

Penggunaan kata "sementara" oleh Hegseth langsung menuai sorotan publik yang mengingatkan pada invasi AS ke Afghanistan yang juga dijanjikan "sementara" namun berlangsung dua dekade. Operasi Epic Fury sendiri diluncurkan AS dan Israel pada 28 Februari 2026, menargetkan fasilitas komando Garda Revolusi Iran, pertahanan udara, rudal, dan lapangan terbang militer, disertai blokade ekonomi untuk "mencekik" kepemimpinan Iran. 

Iran menolak klaim AS tentang kelancaran dua kapal komersial di bawah Project Freedom. Kantor berita IRNA yang berafiliasi dengan IRGC menyebut klaim AS "tidak berdasar dan sepenuhnya salah", menegaskan tidak ada kapal komersial yang melintas dalam beberapa jam terakhir dan Teheran tetap mempertahankan kendali penuh atas lalu lintas maritim di perairan strategis tersebut. (Joe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya