Gubernur Papua Pegunungan Instruksikan Tuntaskan Data OAP
WAMENA, LELEMUKU.COM – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2027 di Hotel Baliem Pilamo, Wamena. Agenda ini menjadi komitmen pemerintah dalam menyusun peta jalan pembangunan yang inklusif dan tepat sasaran.
Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, didampingi Sekda Wasuok Demianus Siep, serta dihadiri jajaran Bupati dari delapan kabupaten, pimpinan DPR Papua Pegunungan, dan unsur Forkopimda. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya sinkronisasi program antara daerah dan pusat.
Kepala Bapperida Papua Pegunungan, Marthen Kogoya, menjelaskan bahwa Musrenbang tahun ini mengusung tema: “Akselerasi Pembangunan Manusia dan Pelayanan Dasar yang Inklusif untuk Penguatan Daya Saing dan Kesejahteraan Masyarakat Papua Pegunungan.”
Salah satu poin krusial yang ditegaskan Gubernur John Tabo adalah mengenai akurasi data penduduk. Beliau menyoroti bahwa validitas data Orang Asli Papua (OAP) menjadi penentu besaran Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana Otsus dari Pemerintah Pusat. “Data adalah kunci. Saya menginstruksikan seluruh Bupati agar serius menuntaskan pendataan OAP dalam waktu empat bulan (Mei-Agustus). Kita butuh data yang valid agar hak fiskal daerah kita sesuai dengan jumlah penduduk yang sebenarnya,” tegas Gubernur John Tabo.
Gubernur juga memaparkan realita tantangan geografis Papua Pegunungan yang tidak memiliki akses laut, sehingga biaya logistik sepenuhnya bergantung pada transportasi udara. Hal ini berdampak pada tingginya biaya pembangunan dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Oleh karena itu, melalui forum ini, Pemerintah Provinsi mendorong percepatan infrastruktur strategis seperti akses jalan darat Jayapura–Wamena dan pengembangan Bandara Wamena sebagai urat nadi ekonomi daerah.
Meski kapasitas fiskal daerah mengalami penurunan dari Rp2,2 triliun menjadi Rp1,1 triliun, Gubernur meminta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap optimistis dan bekerja dengan hati. “Keterbatasan fiskal bukan penghalang untuk melayani. Kita harus tetap bersyukur dan fokus pada program yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat,” tutupnya. Musrenbang ini diharapkan menghasilkan dokumen perencanaan yang solid untuk membawa Papua Pegunungan keluar dari zona kemiskinan dan meningkatkan indeks pembangunan manusia secara signifikan pada tahun 2027. (Joe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
