Bandara Palm Beach Resmi Ganti Nama Jadi Bandara Internasional Presiden Donald J Trump
FLORIDA, LELEMUKU.COM – Komisi Kabupaten Palm Beach, Florida, Amerika Serikat, pada Selasa (5/5/2026) resmi menyetujui perjanjian pencatuman merek dan lisensi untuk mengubah nama Bandara Internasional Palm Beach menjadi "Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump," keputusan sedianya akan efektif per 1 Juli 2026 mendatang.
Vote di komisi kabupaten itu menghasilkan 4 suara berbanding 3 untuk mengganti nama bandara seluas 2.400 hektar itu, yang berlokasi hanya sekitar enam kilometer dari kediaman pribadi presiden di klub Mar-a-Lago. Langkah itu sekaligus mengimplementasikan Undang-Undang HB 919 yang pada 30 Maret sebelumnya telah diteken Gubernur Florida Ron DeSantis. Undang-undang itu memindahkan wewenang penamaan bandara komersial utama dari daerah ke negara bagian, serta secara resmi menetapkan Bandara Internasional Palm Beach sebagai "President Donald J. Trump International Airport" dengan tunduk pada persetujuan Federal Aviation Administration (FAA).
Di hadapan publik, pihak otoritas penerbangan telah berjanji tetap berkomitmen melayani penumpang dengan lancar. "Kami tetap berkomitmen untuk menawarkan pengalaman yang aman, efisien, dan ramah bagi seluruh penumpang. Saat bandara menjalani proses perubahan nama ini, bandara akan terus berfungsi sebagai gerbang tepercaya yang diandalkan masyarakat kami," ujar Wali Kota Kabupaten Palm Beach, Sara Baxter.
Direktur Bandara Laura Beebe juga memastikan operasional tidak terganggu. "Tim kami akan bekerja di belakang layar untuk melakukan pembaruan yang diperlukan, dan penumpang akan tetap menikmati pengalaman yang lancar, nyaman, dan ramah seperti yang mereka harapkan," ujar Beebe.
Biaya Pergantian Tanda Capai 5,5 Juta Dolar AS
Perubahan nama tersebut diperkirakan menelan biaya hingga 5,5 juta dolar AS atau setara sekitar Rp89 miliar, yang berasal dari usulan anggota Senat Florida Debbie Mayfield untuk menutupi penggantian papan tanda, seragam, material pemasaran, hingga jasa konsultan. Senat juga menyetujui anggaran 2,75 juta dolar AS untuk setengah dari kebutuhan tersebut.
Eric Trump, putra Presiden Trump yang juga menjalani urusan bisnis di Organisasi Trump, turut menyatakan kebanggaannya dan menyebut logo baru bandara telah dirilis. Namun logo tersebut viral dan mendapat tanggapan beragam warganet karena dinilai tidak sepadan dengan konsep bandara modern.
FAA sebenarnya tidak serta-merta menyetujui ganti nama bandara sepenuhnya. Pihak FAA menegaskan bahwa mengganti nama bandara sepenuhnya adalah wewenang lokal, namun FAA bertugas memperbarui bagan navigasi dan pangkalan data setelah administrasi selesai. Di sisi lain, kode bandara dari semula PBI menjadi DJT harus melalui proses undang-undang federal yang terpisah, yang saat ini tengah digarap anggota DPR-R Brian Mast.
"Presiden Donald J. Trump telah memanggil Kabupaten Palm Beach sebagai rumah selama bertahun-tahun, dan penunjukan ini mencerminkan rasa terima kasih kami atas pengabdiannya kepada publik dan kepemimpinannya," ujar Mast.
Yang tidak kalah menarik adalah seorang pilot lokal bahkan menggugat perubahan ini, dengan alasan langkah itu melampaui wewenang daerah. Anggota DPR-R Lois Frankel juga merilis pernyataan tajam yang menuding pemaksaan oleh legislatif negara bagian. "Bandara yang dinamai presiden secara tradisional ditetapkan setelah mereka meninggalkan jabatan dan melalui keputusan yang dibuat oleh otoritas lokal—bukan dipaksakan dari atas. Yang kami lihat adalah tindakan melampaui wewenang yang jelas oleh legislatif negara bagian," kata Frankel.
Terkait tudingan itu, Wakil Rakyat Meg Weinberger dari Partai Republik yang mengajukan RUU malah menegaskan kebanggaannya. "Saya senang sekali. Presiden Trump adalah presiden pertama asal Florida. Dia dan keluarganya telah berjuang tanpa lelah untuk menyelamatkan negara kita. Sudah selayaknya dihormati sekarang," ujar Weinberger.
Kontroversi dan Kajian
Perubahan nama ini kembali memicu perdebatan sengit tentang alokasi uang rakyat di tengah kebutuhan pembangunan infrastruktur di Florida yang mendesak. Pihak Partai Demokrat setempat menuding Gubernur Ron DeSantis dan kawan-kawan lebih mementingkan aksi pencitraan daripada kesejahteraan rakyat.
Untuk diketahui, Bandara Internasional Palm Beach saat ini melayani sekitar 8,6 juta penumpang setiap tahunnya. Kawasan jalan utama dari terminal bandara hingga Mar-a-Lago juga sudah secara resmi dinamai "Presiden Donald J. Trump Boulevard" pada Januari 2026. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri