Tim Pemekaran Distrik Tsinga Terbentuk Dukungan Enam Kepala Kampung

Tim Pemekaran Distrik Tsinga Terbentuk Dukungan Enam Kepala Kampung

TEMBAGAPURA, LELEMUKU.COM – Tim pemekaran Distrik Tsinga resmi terbentuk satu pekan lalu dengan dihadiri enam kepala kampung yang mendukung penuh usulan tersebut di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Enam kampung yang tergabung dalam usulan pemekaran adalah Kampung Tsinga, Kampung Doliningokgin, Kampung Beanekogom, Kampung Jongkogoman, Kampung Noselanop, dan Kampung Miniponogoma. Saat ini keenam kampung tersebut masih berada di bawah Distrik Tembagapura.

Sekretaris Tim Pemekaran Distrik Tsinga Jan Magal mengatakan masyarakat kurang merasakan pelayanan pemerintah karena jarak yang jauh ke distrik induk, bahkan bisa memakan waktu satu hingga dua hari perjalanan.

Atas kondisi tersebut, masyarakat kembali menggagas usulan pemekaran distrik. Menurut Jan, secara administratif maupun kondisi wilayah, kawasan tersebut telah memenuhi syarat untuk dimekarkan. Sejumlah fasilitas penunjang seperti bandara, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga pos keamanan juga telah tersedia.

“Mereka sudah pernah memunculkan ide tentang pemekaran distrik itu dari tahun 2011. Namun, perjalanan hampir kurang lebih 16 tahun, ada satu dua hal yang menghalangi. Juga ada kendala-kendala yang dihadapi oleh tim serta kebijakan-kebijakan yang tidak mengakomodir,” ujar Jan Magal, Jumat (3/4/2026).

Pemekaran tersebut dilakukan demi kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan visi misi pembangunan dari kampung ke kota. Masyarakat di wilayah tersebut sangat mengharapkan perhatian pemerintah agar segera mengakomodir pemekaran ini.

Sementara itu, Ketua Tim Pemekaran Distrik Tsinga Banianus Jawame menyampaikan bahwa pemekaran sangat didukung oleh kepala kampung Tsinga, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala suku, serta tokoh pemuda. Menurutnya, Distrik Tsinga lebih layak dimekarkan dibanding wilayah lain.

Dasar pertimbangannya adalah mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan, serta meningkatkan akses pelayanan administrasi, kesehatan, dan pendidikan. Pertimbangan lainnya adalah kondisi geografis wilayah yang luas dan sulit dijangkau, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tim pemekaran beserta masyarakat menjamin tidak terjadi konflik sosial dan mendukung keputusan batas wilayah serta ibu kota distrik secara musyawarah.

“Secara administrasi sangat layak, dari SDM cukup, baik SDM pegawai dari masyarakat lokal sangat cukup. Pemetaan wilayah juga sangat luas. Kami juga sedang koordinasi dengan kepala distrik induk Tembagapura untuk memberikan rekomendasi pemekaran Distrik Tsinga,” pungkasnya.

Usulan pemekaran ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (Roe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya