The Onion Berupaya Ambil Alih InfoWars Usai Alex Jones Kalah Gugatan
AUSTIN, LELEMUKU.COM – Perusahaan media satir The Onion berupaya mengambil alih seluruh aset media InfoWars milik Alex Jones setelah tokoh kontroversial tersebut dinyatakan bangkrut akibat kalah dalam gugatan hukum senilai 1,4 miliar dolar Amerika Serikat terkait penembakan sekolah dasar Sandy Hook.
Langkah ini menjadi salah satu momen paling ironis dalam sejarah media digital, di mana sebuah perusahaan komedi berusaha menguasai platform yang selama ini dikenal sebagai pusat penyebaran teori konspirasi. Saat ini, kerajaan media milik Jones berada di bawah kendali pengadilan untuk melunasi utang kepada keluarga korban.
Proses akuisisi ini diwarnai dengan drama hukum yang sengit, termasuk adanya laporan mengenai penolakan tawaran awal sebesar 1,75 juta dolar Amerika Serikat. Namun, muncul skema baru berupa kesepakatan senilai 81.000 dolar per bulan untuk mengelola infrastruktur media tersebut.
Alex Jones menyatakan bahwa langkah The Onion merupakan upaya sistematis untuk membungkam suaranya dan ia kini mengancam akan menempuh jalur hukum untuk membatalkan proses tersebut. Menurutnya, tindakan ini adalah bagian dari rencana jahat untuk menghancurkan warisan medianya secara total.
"Ini adalah serangan terhadap kebebasan berbicara dan kami akan melawan setiap upaya pengambilalihan ilegal ini di pengadilan," ujar Alex Jones dalam siaran terbarunya.
Kondisi semakin membingungkan bagi pemirsa karena saat ini terdapat dua versi InfoWars yang muncul secara daring di saat yang bersamaan. Satu versi berada di bawah pengawasan kurator pengadilan, sementara versi lainnya diklaim sebagai siaran cadangan yang dioperasikan oleh tim setia Jones.
The Onion sendiri dilaporkan memiliki rencana jangka panjang untuk mengubah situs tersebut menjadi platform yang memparodikan gaya pemberitaan konspirasi. Pihak kurator pengadilan masih terus meninjau tawaran mana yang paling menguntungkan bagi para kreditur dan korban Sandy Hook.
Hingga saat ini, proses hukum di Amerika Serikat terkait aset tersebut masih berlangsung. Para ahli hukum media menilai bahwa hasil dari sengketa ini akan menjadi preseden penting bagi masa depan platform media yang terlibat dalam kasus pencemaran nama baik berskala besar. (Joe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri