Polisi Bubarkan Aksi Solidaritas Mahasiswa Papua di Perumnas 3 Waena Jayapura dengan Gas Air Mata
JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) di Perumnas 3 Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura pada Senin (27/4/2026) berakhir dengan pembubaran paksa oleh aparat kepolisian. Personel Brimob Polda Papua melepaskan gas air mata di kawasan Perumnas 3 setelah massa aksi menolak membubarkan diri.
Aksi dengan tema "Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan" ini sedianya berlangsung damai mulai pukul 09.00 WIT hingga selesai. Titik kumpul massa meliputi Expo Waena, Perumnas 3, Uncen Atas, Uncen Bawah, USTJ, Tanah Hitam dan Lingkaran Abepura, dengan sasaran aksi di Kantor DPRP (Dewan Perwakilan Rakyat Papua).
Namun sebelum massa berhasil berkumpul menuju lokasi, aparat kepolisian melakukan pengadangan dan pembubaran. Pada pukul 08.33 WIT, personel Brimob melepaskan tembakan gas air mata di Perumnas 3 untuk membubarkan paksa para mahasiswa yang tergabung dalam SOMAP.
Dalam seruan aksi yang ditandatangani oleh Korlap Ugum dan Marki Uropnabin, serta para penanggung jawab seperti Kamus Bayage, Arius Siep, Rio Wakerkwa, Yoti Loho, Hexton Silak, Ronald Mirin, dan Marten Hagisimau, SOMAP menyoroti sejumlah kasus pelanggaran hak asasi manusia di Papua.
Mereka menyebut penangkapan sembilan orang di Sorong pada 9 Maret 2026, insiden Dogiyai berdarah pada 31 Maret hingga 2 April 2026 yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan empat luka-luka, serta dugaan penembakan terhadap anak-anak usia 4-7 tahun dan ibu-ibu di Puncak Jaya yang menelan sebelas korban jiwa.
Selain itu, mereka juga mengeluhkan penangkapan masyarakat sipil tanpa henti di Yahukimo, termasuk penembakan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Yahukimo bernama Lems Yohame pada 21 April 2026. SOMAP juga menyoroti perampasan tanah adat di Merauke, Papua Selatan, serta penderitaan rakyat di wilayah konflik seperti Nduga, Intan Jaya, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Maybrat, dan Yahukimo.
Akibat pembubaran paksa tersebut, terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kota Jayapura, terutama yang menghubungkan Sentani dan Abepura. Pemerintah Kota Jayapura sebelumnya telah meliburkan aktivitas sekolah sebagai antisipasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai jumlah demonstran yang diamankan atau korban dalam insiden tersebut. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri