BWS Papua Fokus pada Pemeliharaan Infrastruktur Air dan Pemberdayaan Petani demi Ketahanan Pangan

BWS Papua Fokus pada Pemeliharaan Infrastruktur Air dan Pemberdayaan Petani demi Ketahanan Pangan

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua terus memperkuat komitmennya dalam mengelola infrastruktur sumber daya air di wilayah Papua dan Papua Tengah. Melalui Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), berbagai langkah strategis dilakukan mulai dari pemeliharaan rutin hingga pemberdayaan masyarakat petani melalui program jaringan irigasi.

Mohammad Fauzi, selaku Kepala Satker OP SDA BWS Papua menjelaskan bahwa tugas utama satuannya adalah memastikan seluruh infrastruktur yang telah dibangun oleh satker lain, seperti Satker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) dan Satker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), dapat berfungsi secara optimal melalui pemeliharaan yang berkesinambungan.

“Tugas kami adalah melakukan operasional dan pemeliharaan, baik yang sifatnya rutin maupun berkala, terhadap bangunan infrastruktur SDA yang sudah ada,” ujar Fauzi pada Senin, 13 April 2026. 

Kegiatan operasional rutin yang dilakukan mencakup pembersihan area intake bendung dan pengoperasian pintu air, terutama pada daerah irigasi strategis seperti Koya di Kota Jayapura, Kalibumi dan Wanggar di Nabire, Papua Tengah serta Lere di Kabupaten Jayapura. Selain operasional, pemeliharaan rutin juga meliputi pembersihan rumput di sekitar bangunan agar tetap terjaga.

Sementara itu, pemeliharaan berkala yang dilakukan setiap tahun memiliki skala yang lebih besar, mencakup perbaikan pada jaringan irigasi, sumur air tanah, intake air baku, hingga bangunan pengaman pantai yang telah dibangun sebelumnya.

Sejalan dengan fokus pemerintah pusat, BWS Papua juga memberikan perhatian besar pada sektor ketahanan pangan. Salah satu program unggulannya adalah (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI yang melibatkan kelompok tani secara langsung dalam rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi tersier.

Lebih lanjut, Fauzi menyebutkan adanya dukungan melalui Instruksi Presiden (Inpres) untuk tahun 2025-2026 guna meningkatkan kualitas jaringan irigasi primer, sekunder, hingga tersier. Dalam pembagian tugasnya, pihaknya fokus pada penanganan jaringan tersier yang langsung menyentuh area persawahan warga.

Dalam menjalankan tugasnya di lapangan, Fauzi mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi bukanlah teknis semata, melainkan aspek sosial masyarakat. Meski demikian, pihaknya terus mengedepankan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan hambatan tersebut.

Di sisi lain, BWS Papua juga menyiagakan alat berat untuk mendukung kebutuhan swakelola maupun bantuan darurat bagi pemerintah daerah saat terjadi bencana. Saat ini, tersedia tujuh unit alat berat di Jayapura dan satu unit di Nabire yang siap dimobilisasi jika dibutuhkan.

“Melalui berbagai program ini, kami harap dapat memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di tanah Papua,” harap dia.(Laura)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya