Arifah Fauzi: Polda Jatim Terima Penghargaan Kementerian PPPA atas Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak
SURABAYA, LELEMUKU.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Jawa Timur menerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada Senin (27/4/2026).
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada jajaran Polda Jatim yang berperan aktif dalam penegakan hukum, upaya pencegahan, hingga perlindungan hak-hak korban kekerasan.
Penyerahan penghargaan dilakukan dalam rangkaian seminar nasional bertajuk "Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata Menghapus Kekerasan Seksual Berbasis Relasi Kuasa" yang diselenggarakan di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA memaparkan data memprihatinkan berdasarkan survei tahun 2024, di mana tercatat 1 dari 4 perempuan dan 1 dari 2 anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya.
“Salah satu faktor utama yang menyebabkan korban enggan melapor adalah adanya relasi kuasa antara pelaku dan korban,” ujar Arifah Fauzi di hadapan peserta seminar di Surabaya.
Ia menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, korban memiliki ketergantungan atau ketakutan terhadap pelaku sehingga tidak berani bersuara. Oleh karena itu, relasi kuasa ini harus diminimalisir guna memberikan keberanian bagi korban.
Bentuk kekerasan yang paling banyak ditemukan di lapangan adalah kekerasan emosional, yang seringkali tidak terlihat secara fisik namun berdampak besar pada psikologis korban.
Menteri Arifah memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Jawa Timur atas inisiatif menyelenggarakan seminar ini sebagai langkah konkret menghadirkan solusi nyata dalam memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak.
Ia juga menekankan bahwa penanganan kasus kekerasan tidak boleh hanya menjadi acara seremonial, melainkan harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan oleh seluruh jajaran kepolisian dan instansi terkait.
“Kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh terjadi oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun. Kita harus menghentikannya sekarang juga,” pungkas Arifah Fauzi.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat serta mempererat sinergitas antara penegak hukum dan kementerian dalam menekan angka kekerasan seksual di wilayah Provinsi Jawa Timur dan Indonesia secara umum. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
.png)