Teladan dari Kursi Wali Kota, Pesan Bijak Abisai Rollo tentang Pentingnya Pendidikan bagi Calon Pemimpin Jayapura
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Di balik riuhnya dinamika politik dan tanggung jawab besar memimpin Ibu Kota Provinsi Papua, sebuah pesan mendalam terselip dari sosok Abisai Rollo, S.H., M.H.
Pada tanggal 30 Maret 2026, pria lelahiran 1967 yang kini menjabat sebagai Walikota Jayapura ini telah berhasil menuntaskan ujian promosi Doktor Ilmu Sosial di Universitas Cendrawasih (Uncen), sebuah perjalanan akademik panjang yang didedikasikan sebagai teladan bagi generasi penerus pemimpin kota tersebut.
Bagi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Jayapura ini, gelar doktor bukanlah sekadar status S3 yang menempel di belakang namanya, melainkan bukti konsistensi dan tanggung jawab moral kepada masyarakat. Perjuangannya dimulai sejak tahun 2024 saat ia masih menjabat di kursi legislatif. Studi tersebut sempat tertunda berkali-kali karena pengabdiannya dalam berbagai kontestasi politik, mulai dari pemilihan anggota DPR hingga pencalonannya sebagai Wali Kota.
Ia menceritakan transformasinya dengan rendah hati, bagaimana ia maju di Pilkada 2010 dengan ijazah SMA, kemudian di 2017 dengan Sarjana Hukum (S1), berlanjut ke Magister Hukum (S2), hingga akhirnya menyandang gelar Doktor (S3) saat menjabat sebagai walikota.
“Saya ingin menunjukkan bahwa memimpin kota ini perlu bekal pendidikan agar masyarakat bisa melihat kualitas kepemimpinannya nanti,” ungkapnya dengan penuh syukur.
Sisi hangat Abisai Rollo sangat menonjol ketika ia berbicara tentang masa depan anak-anak Port Numbay. Sebagai putra asli daerah, pemimpin adat seorang Ondoafi. Ia menaruh harapan besar agar pemuda-pemudi Port Numbay tidak pernah menyerah pada pendidikan. Rollo menekankan bahwa hak memimpin Kota Jayapura ada di tangan mereka, namun hak tersebut harus dibarengi dengan kapasitas intelektual yang mumpuni.
Suami dari Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Nerlince Wamuar, S.E., M.Pd ini mendorong generasi muda yang tengah menempuh studi untuk segera menyelesaikannya. Bagi dirinya, pendidikan adalah kunci agar pemimpin masa depan tidak hanya mengandalkan jabatan, tetapi juga memiliki dasar keilmuan untuk menyatukan masyarakat yang majemuk.
Melalui disertasi Bidang Kajian Sosiologi “Pemerataan Transformatif Dalam Dinamika Perubahan Sosial Era Demokrasi (Studi Kasus Masyarakat Kota Jayaputa)”, Rollo ingin menerapkan ilmu yang didapatnya untuk merubah wajah Jayapura. Ia mengusung filosofi “Satu Tungku Tiga Batu", yang menyatukan peran Adat (sebagai Ondoafi), Pemerintah (Walikota), dan Agama (Penatua Gereja).
Pesan terpentingnya bagi calon pemimpin adalah soal cara berkomunikasi dengan rakyat. Dengan bekal ilmu sosiologi, ia bertekad mengubah stigma penyampaian aspirasi. Rollo percaya bahwa pemimpin yang berpendidikan akan lebih mengedepankan solusi damai demi menjaga citra kota yang aman, tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat yang dijamin undang-undang.
Pencapaiannya di usia dan jabatan yang matang ini menjadi pengingat kuat bagi setiap calon pemimpin di KotaJayapura bahwa belajar adalah proses seumur hidup demi pengabdian yang lebih baik bagi tanah kelahiran.
“Tidak usah demo, tidak usah palang. Mari kita duduk dan bicara, kita rubah menjadi budaya dialog,” pesannya. (Laura)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
