RUPS PT PDAM Jayapura 2026: Laba Naik Jadi Rp2,8 Miliar, Dividen 50% untuk Pemkot dan Pemkab

RUPS PT PDAM Jayapura 2026


JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PDAM Jayapura (Perseroda) tahun buku 2025 menghasilkan laba bersih Rp2,8 miliar, naik Rp200 juta dari tahun sebelumnya, dengan pembagian dividen 50% untuk Pemerintah Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura di Provinsi Papua.

Rapat yang digelar pada Maret 2026 ini menyetujui laporan pertanggungjawaban direksi, pembagian hasil usaha, serta komposisi modal per 31 Desember 2025.

Walikota Jayapura Abisai Rollo menekankan pentingnya pelayanan air bersih sebagai kebutuhan utama masyarakat, sambil berharap PDAM bekerja tulus untuk melayani warga.

“Air itu adalah kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Indonesia pada umumnya. Kalau kita minum air yang bersih, kita juga sehat,” ujar Abisai usai RUPS di Hotel Horison Ultima Entrop di Kota Jayapura.

Ia juga memberikan perhatian terhadap kebijakan subsidi bagi masyarakat tidak mampu, dengan catatan agar tidak disalahgunakan oleh yang mampu.

Wakil Bupati Jayapura Haris Richard S. Yocku, yang mewakili Bupati Jayapura, menyatakan harapan agar masyarakat di Kabupaten Jayapura mendapat asupan air dengan baik.

“Kami sudah sepakati dan tanda tangan, ke depan segala sesuatu kami serahkan kepada PDAM. Tolong bantu kami pemerintah, supaya masyarakat kita bisa terpenuhi dengan air,” katanya.

Direktur Utama PT PDAM Jayapura Entis Sutisna menyampaikan laporan bahwa laba setelah pajak menjadi dasar dividen sekitar Rp2,6 miliar, dengan 50% disetor ke pemegang saham.

“Syukur alhamdulillah, tahun ini laba Rp2,8 miliar, naik dari Rp2,6 miliar tahun lalu. Namun setelah pajak, dasar dividen Rp2,6 miliar,” jelas Entis.

Ia menambahkan perusahaan tetap balance meski menghadapi piutang tinggi dan daya beli masyarakat rendah, dengan hanya 65% pelanggan yang membayar tepat waktu.

Catatan dari pemegang saham termasuk menekan kebocoran air, meningkatkan laba, mengurangi piutang, serta memperluas akses air bersih, terutama bagi yang belum terlayani.

Entis juga menyatakan belum ada rencana kenaikan tarif di 2026, tetapi akan dievaluasi ulang tarif yang terakhir naik pada 2019, sambil memprioritaskan identifikasi pelanggan rumah tangga yang berubah jadi niaga.

Pengembangan usaha lain seperti air minum kemasan juga akan terus dikembangkan, dengan dukungan pemerintah kabupaten.

Perusahaan optimis dengan dukungan pemerintah kota dan kabupaten untuk meningkatkan kinerja dan investasi di wilayah seperti Muara Tami yang masih membutuhkan pelayanan air bersih. (Laura)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya