Iran Tolak Gencatan Senjata Tanpa Penghentian Serangan
TEHERAN, LELEMUKU.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi menyatakan bahwa beberapa negara termasuk Tiongkok, Rusia, dan Prancis telah menghubungi Teheran untuk membahas kemungkinan gencatan senjata. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan media pada 10 Maret 2026 di tengah ketegangan tinggi di kawasan.
Menurut wakil menteri tersebut syarat pertama bagi gencatan senjata adalah penghentian serangan lebih lanjut oleh pihak lawan.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima gencatan senjata yang tidak disertai jaminan bahwa serangan terhadap wilayahnya dihentikan sepenuhnya.
Pernyataan ini muncul setelah serangkaian serangan rudal dan pesawat tanpa awak yang saling balas antara Iran dengan Amerika Serikat serta sekutunya di kawasan.
Beberapa negara yang disebutkan sebagai penghubung diyakini berperan sebagai mediator tidak langsung untuk menurunkan tensi dan mencegah eskalasi menjadi konflik terbuka yang lebih luas.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka terbuka untuk dialog tetapi tidak akan menyerah pada tekanan atau serangan. Wakil menteri luar negeri menambahkan bahwa setiap upaya diplomasi harus dimulai dengan penghentian agresi militer terlebih dahulu.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Tiongkok, Rusia, atau Prancis mengenai pembicaraan tersebut. Sementara itu Amerika Serikat dan Israel juga belum memberikan tanggapan langsung atas pernyataan wakil menteri luar negeri Iran. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri