Dirut PTAM Jayapura Robongholo Nanwani, Entis Sutisna Ungkap Proporsi Dividen dan Rencana Tarif

Dirut PTAM Jayapura Robongholo Nanwani, Entis Sutisna Ungkap Proporsi Dividen dan Rencana Tarif

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) atau PTAM Jayapura menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 di sebuah hotel di Jayapura, Kamis (12/3/2026).

Rapat yang dihadiri pemegang saham Pemerintah Kota Jayapura dan Pemerintah Kabupaten Jayapura menyetujui laporan pertanggungjawaban direksi serta membahas strategi peningkatan pelayanan dan kinerja keuangan perusahaan.

RUPS berlangsung tertutup dan dihadiri Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru MM, Wakil Bupati Jayapura Haris Richard S. Yocku, Plt Sekda Kabupaten Jayapura Hana S Hikoyabi, serta jajaran Dewan Komisaris perusahaan.

Direktur Utama PTAM Entis Sutisna dalam pernyataan persnya menjelaskan perbedaan proporsi pembagian dividen antara Pemkot dan Pemkab Jayapura sesuai dengan porsi modal masing-masing.

“Di antara dua wilayah kota dan Kabupaten Jayapura ini kan iya akan berbeda. Jadi nanti akan berbeda. Yang pasti pemerintah kabupaten akan mendapatkan lebih banyak sesuai dengan proporsi modal dan nanti kalau untuk Kota Jayapura mungkin nanti proporsinya akan lebih kecil ya dari pemerintah kabupaten,” ujar Entis Sutisna.

Ia menyebut target kontribusi PAD dari PTAM sekitar Rp700 juta untuk masing-masing pemerintah kota dan kabupaten, dengan potensi Kabupaten Jayapura melebihi target tersebut.

Terkait data tahun sebelumnya, perusahaan memberikan PAD Rp800 juta untuk Pemkot dan Rp744 juta untuk Pemkab, dengan selisih sekitar Rp4 juta saja.

Entis Sutisna menilai pencapaian tersebut sebagai kerja keras luar biasa di tengah daya beli masyarakat yang rendah dan tingginya piutang rekening air, di mana hanya 65 persen pelanggan yang membayar tepat waktu.

Pendapatan dan biaya perusahaan naik masing-masing 10 persen, sehingga laba tahun ini Rp2,8 miliar setelah naik Rp200 juta dari tahun sebelumnya Rp2,6 miliar. Setelah dikurangi pajak, dasar dividen adalah Rp2,6 miliar, dengan 50 persen disetorkan ke Pemkot dan Pemkab secara proporsional.

Ia menyampaikan belum ada rencana kenaikan tarif di tahun 2026, namun evaluasi tarif mungkin dilakukan di tahun 2027 karena tarif terakhir naik pada 2019.

“Karena di tahun 2019 kami itu baru naik tarif 2019. Jadi ada jeda tujuh tahun belum naik tarif. Nah, mudah-mudahan dengan upaya-upaya tadi kami secara akuntabel menyampaikan tentang kondisi keuangan kita. Nanti bisa ada dukungan dari legislatif ya, kemudian dari pemerintah kota dan kabupaten untuk kembali kita memperhitungkan tarif yang ada saat ini ya,” jelasnya.

Entis menekankan prioritas 2026 adalah identifikasi pelanggan yang berubah kategori dari rumah tangga menjadi niaga atau toko untuk meningkatkan pendapatan, sebelum mempertimbangkan penyesuaian tarif.

“Ketika identifikasi ini mungkin tidak mampu juga meningkatkan pendapatan, barulah kami akan berdiskusi dengan legislatif dan eksekutif pemerintah kota dan kabupaten untuk memastikan ke depan perusahaan ini harus memang berjalan dengan baik karena kita membutuhkan investasi juga,” tambahnya.

Ia berharap dukungan penyertaan modal dari Pemkot dan Pemkab untuk memperluas pelayanan ke wilayah seperti Muara Tami dan daerah lain yang masih membutuhkan akses air bersih.

Terkait pengembangan usaha lain, Entis menyatakan PTAM akan terus memproduksi air minum kemasan sebagai alternatif peningkatan pendapatan, dengan dukungan dari Pemkab Jayapura yang menjadikannya produk wajib.

“Air minum kemasan tadi juga disampaikan oleh Pak Wakil Bupati, terima kasih. Beliau tadi secara spesifik telah memberikan proteksi ya untuk pemerintah kabupaten bonggonghol itu menjadi air minum wajib bagi pemerintah Kabupaten Jayapura. Saya kira kami akan tetap berproduksi untuk menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan di perusahaan yang kita cintai ini,” pungkasnya. (Laura)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya