Antropolog Papua, Don Augusthinus Lamaech Flassy Tutup Usia di RSUD Dok II Jayapura
JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Budayawan, antropolog, dan tokoh politik senior Papua, DR Don Augusthinus Lamaech Flassy MA tutup usia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura pada Minggu (22/3/2026) sore.
Almarhum telah lama menderita sakit dan dirawat di rumah sakit hingga menghembuskan nafas terakhir. Jenazah almarhum sementara disemayamkan di rumah duka Pemda II Cigombong Kotaraja, Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Don AL Flassy yang lahir di Teminabuan, 28 Agustus 1947 dikenal luas sebagai salah satu intelektual Papua yang paling produktif.
Konsep tersebut membagi Papua berdasarkan aspek etnografi dan corak seni budaya, mencakup wilayah Mamta, Saereri, Anim Ha, Domberai, Lapago, Mepago, dan Bomberai, yang hingga kini menjadi rujukan penting dalam kebijakan otonomi khusus dan administrasi pemerintahan di Papua.
Dalam karier birokrasinya, almarhum menjabat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua dengan posisi terakhir sebagai Sekretaris Bappeda.
Ia juga aktif meneliti dan menghasilkan puluhan karya tulis ilmiah di bidang linguistik, etnografi, seni budaya, dan pembangunan Papua.
Di ranah politik, almarhum pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Independen Papua dan menjadi fungsionaris Presidium Dewan Papua (PDP) pada awal era reformasi sekitar tahun 2000 hingga 2001.
Keterlibatannya dalam perjuangan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua sempat membuatnya menghadapi tuduhan makar bersama tokoh-tokoh PDP lainnya, termasuk Thaha Al-Hamid.
Hingga akhir hayatnya di usia 78 tahun, almarhum masih aktif sebagai Sekretaris Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (LIPTEK) Papua, bersama rekannya antropolog almarhum DR JR Mansoben MA yang menjabat sebagai Direktur LIPTEK.
Selama hidupnya, Don AL Flassy menghasilkan puluhan karya tulis yang diterbitkan antara lain oleh Balai Pustaka, mencakup topik etnografi Papua, linguistik, seni budaya, hingga sejarah tanah Papua.
Di antara karya-karya terakhirnya tercatat Logat, Kamus, Dictionary: Tehit-Indonesia-English pada 2010, serta sejumlah naskah yang masih dalam persiapan, termasuk Encyclopedia Papuanica dan Papua, Membangun Sebuah Wawasan Identitas.(Laura)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
