Abisai Rollo Gelar Sidang Terbuka Doktor, Usung Visi Kepemimpinan Transformatif "Satu Tungku Tiga Batu”


JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H resmi menyelesaikan tahapan akademik tertingginya dengan menjalani Sidang Terbuka (Promosi) Doktor pada Program Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Universitas Cenderawasih (UNCEN pada Senin, 30 Maret 2026. 


Dalam sidang tersebut, Abisai berhasil mempertahankan disertasinya yang berfokus pada bidang kajian Sosiologi. Perjalanan akademik pria yang juga menjabat sebagai Ondoafi ini tergolong panjang. 


Ia mengungkapkan telah memulai program doktor tersebut sejak tahun 2004, saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakya (DPR) Kota Jayaoura. Namun, penyelesaian studi tersebut sempat tertunda beberapa kali karena kesibukannya dalam agenda politik, termasuk saat mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif dan pemilihan wali kota pada periode-periode sebelumnya.


"Saya memulai dari 2004 dari DPR dan seterusnya sampai pada saat saya maju di Wali kota. Akhirnya puji Tuhan sampai dengan hari ini tanggal 30 Maret, saya boleh selesai dalam ujian promosi sebagai doktor sosiologi di Universitas Cenderawasih," ungkap Abisai Rollo usai menjalani ujian tahap ke-10 tersebut.



Dalam disertasinya yang berjudul "Kepemimpinan Transformatif dalam Dinamika Perubahan Sosial Era Demokrasi (Studi Kasus Masyarakat Kota Jayapura)", Abisai mengusung konsep sosiologi transformatif. Konsep ini lahir dari integrasi tiga unsur utama yang melekat pada dirinya melalui kedudukan sebagai tokoh adat (Ondoafi), peran di pemerintahan (Wali Kota), dan pengabdian di bidang keagamaan (Penatua gereja).


“Tujuannya adalah untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat Kota Jayapura yang beragam suku, ras, dan agama agar memiliki persepsi yang sama dalam membangun kota,” ujar dia. 



Melalui ilmu yang diraihnya, Rollo berkomitmen untuk mengubah stigma masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Ia mengimbau warga agar mengedepankan jalan dialog dan duduk bersama dalam menyelesaikan setiap persoalan, daripada melakukan aksi demonstrasi atau pemalangan jalan. Menurutnya, meskipun berdemo dilindungi undang-undang, aksi pemalangan dapat memberikan kesan bahwa kota tidak aman bagi publik.


Selain itu, sebagai pemimpin adat, Ondafi dari Port Numbay, ia berharap pencapaiannya dapat memotivasi generasi muda Port Numbay lainnya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin. Ia menekankan bahwa pemimpin masa depan Kota Jayapura setidaknya harus memiliki latar belakang pendidikan yang kuat agar kapasitas kepemimpinannya dapat diakui secara nyata oleh masyarakat.


“Saya menyampaikan rasa terima kasih kepada para promotor, penguji, dan seluruh masyarakat Kota Jayapura. Kini, tinggal menantikan prosesi wisuda untuk resmi menyandang gelar doktornya,” ucapnya. (Laura)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya