Legenda Persipura Jayapura, Metusala Dwaramury, Berpulang pada Usia 67 Tahun

Legenda Persipura Jayapura, Metusala Dwaramury, Berpulang pada Usia 67 Tahun

JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Dunia sepak bola Papua dan Indonesia berduka atas berpulangnya Metusala Dwaramury, yang akrab disapa Coach Metu atau Mettu Dwaramury, pada Selasa malam 27 Januari 2026. Legenda Persipura Jayapura, mantan pemain Tim Nasional Indonesia, serta mantan asisten pelatih dan caretaker tim Mutiara Hitam itu meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura.

Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh keluarga besar Persipura Jayapura melalui pernyataan resmi. "Telah berpulang Bapak/Coach kita semua, Metusala Dwaramury pada hari ini Selasa, 27 Januari 2026. Keluarga besar Persipura Jayapura mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapa Metu ke Rumah Bapa di Surga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Coach Metu yang mengalami sakit dilarikan ke RSUD Jayapura sebelum meninggal dunia. Menurut keluarga, almarhum tiba-tiba tidak bernapas di rumah dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri turut melayat jenazah almarhum di ruang jenazah RS Dok II Jayapura sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi Metusala Dwaramury bagi sepak bola Papua dan Indonesia.

Metusala Dwaramury lahir di Sorong, Papua Barat, pada 25 Maret 1958. Ia merupakan generasi pertama putra Papua yang menimba ilmu di Diklat Ragunan, Jakarta. Karier sepak bolanya dimulai bersama Persipura Jayapura. Pada tahun 1976, ia turut membawa Persipura menjuarai Piala Soeharto ketiga setelah mengalahkan Persija dengan skor 4-3.

Di level nasional, Metu menjadi bagian penting Tim Nasional Indonesia. Ia membentuk lini tengah yang solid bersama pemain seperti Herry Kiswanto, Rully Nere, Budi, dan Johanes. Salah satu prestasi terbesar adalah saat Indonesia mengalahkan Jepang 4-0 pada pra-Olimpiade Los Angeles 1984.

Meskipun mendapat tawaran dari Nias Mitra Surabaya, Metu memilih tetap setia pada Persipura. Loyalitasnya tidak berhenti saat pensiun sebagai pemain. Ia melanjutkan pengabdian sebagai asisten pelatih sejak musim Liga Indonesia 2000. 

Bersama pelatih Abdul Rahman, ia berhasil menyelamatkan Persipura dari degradasi. Selama berkarier sebagai asisten pelatih, Metu turut berkontribusi dalam empat gelar juara Liga Indonesia, termasuk Torabika Soccer Championship 2016. Namun, pada musim 2017 ia harus meninggalkan Persipura karena masalah lisensi.

Metusala Dwaramury dikenal sebagai gelandang bertahan terbaik, asisten pelatih yang setia, serta sosok dekat dengan para pemain. Dedikasinya telah menginspirasi banyak generasi muda Papua untuk berkarya di dunia sepak bola.(ray)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya