Dari Viral di Facebook hingga Bersembunyi di Hutan, Begini Pengejaran Preman Doyo Lama
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Sebuah postingan di media sosial Facebook berujung pada pelarian dramatis dua pelaku pemalakan yang berakhir dengan penangkapan di tengah hutan. Polres Jayapura berhasil mengungkap kasus penganiayaan dan pemalakan di Kampung Doyo Lama yang sempat viral dan memicu keresahan warga.
Kasus ini mencuat ke publik setelah beredar unggahan masyarakat di Facebook yang menceritakan aksi brutal dua orang yang memaksa sopir truk tangki memberikan uang Rp50.000. Ketika ditolak, korban langsung dipukuli oleh kedua pelaku yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras. Video dan cerita mengenai aksi premanisme ini dengan cepat menyebar dan menimbulkan kemarahan netizen.
Tidak hanya satu kali, korban bahkan mengalami teror berulang kali dalam satu hari yang sama. Setelah sempat ditahan bersama anggota keluarganya di lokasi pertama dan kemudian dilepaskan karena ada antrean kendaraan, korban kembali dihadang di jalan menuju Kampung Sosiri. Para pelaku kembali meminta uang dan kali ini korban terpaksa memberikannya agar bisa melanjutkan perjalanan dengan selamat.
Kasat Reskrim AKP Alamsyah Ali mengungkapkan bahwa Tim Opsnal segera bergerak cepat begitu informasi viral di media sosial dikonfirmasi dengan laporan resmi dari masyarakat. Berbekal informasi dan hasil penyelidikan, petugas pertama kali menuju Kampung Kanda untuk mengamankan pelaku pertama. Pelaku yang menyadari kehadiran polisi sempat berusaha kabur namun berhasil diamankan.
Pengejaran berlanjut ke Kampung Sosiri untuk mencari pelaku kedua. Berdasarkan informasi warga, pelaku diketahui bersembunyi di area hutan belakang rumahnya, mencoba menghindari penangkapan. Namun upaya pelarian tersebut tidak membuahkan hasil karena tim berhasil melacak dan mengamankannya dari persembunyian.
Kedua pelaku yang kini berada di Mapolres Jayapura menjalani pemeriksaan intensif. Dari hasil pemeriksaan awal terungkap modus operandi mereka yang melakukan pemalangan jalan dan memaksa pengendara memberikan uang dengan ancaman kekerasan. Salah satu pelaku berperan aktif menahan korban dan meminta uang secara paksa.
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay menegaskan bahwa premanisme dan pemalakan tidak akan ditolerir. Sebab kecepatan respons dalam kasus ini dapat memberikan efek jera sekaligus menunjukkan keseriusan kepolisian dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
