Video FBI Ungkap Pelarian Dramatis Pelaku Penembakan dari Atap UVU
WASHINGTON, LELEMUKU.COM - FBI merilis video CCTV yang menangkap momen dramatis pelarian tersangka pembunuhan Charlie Kirk, aktivis konservatif berusia 31 tahun dan pendiri Turning Point USA, setelah menembaknya secara presisi di tengah pidato di Utah Valley University pada 10 September 2025.
Rekaman menunjukkan individu muda berpakaian gelap, memakai topi baseball dan sepatu Converse, melompat dari atap gedung hanya detik setelah satu tembakan fatal ke leher Kirk, lalu berlari melintasi kampus sebelum menghilang ke hutan, di mana senjata dan amunisi ditinggalkan, seperti dikutip pada 12 September 2025.
Tersangka tetap buron, dengan FBI menawarkan hadiah $100.000 dan menelusuri lebih dari 7.000 leads di tengah eskalasi ketegangan politik nasional.
Video yang dirilis melalui situs FBI menampilkan pelaku—diduga berusia usia kuliah dan terlatih menggunakan senjata—menembak dari atap gedung selama acara "The American Comeback Tour" Turning Point USA di halaman kampus Orem, Utah, sekitar pukul 12.20 waktu setempat.
Kirk, sekutu dekat Presiden Donald Trump, sedang menjawab pertanyaan kontroversial tentang penembak massal ketika ditembak satu kali di leher, tewas di tempat di depan ribuan mahasiswa.
Pelaku melompat ke rumput di bawah, berlari ke jalan, dan menghilang ke semak-semak, meninggalkan senapan Mauser .30-06 bolt action dibungkus handuk di area berhutan dekat kampus.
Bukti forensik dari atap termasuk jejak sepatu Converse, sidik lengan, dan telapak tangan, yang sedang dianalisis untuk identifikasi.
Pembunuhan ini, yang disebut "political assassination" oleh Gubernur Utah Spencer Cox, memicu kemarahan nasional.
Turning Point USA mengonfirmasi kematian Kirk, meminta doa untuk istri dan dua anak kecilnya, sementara Trump menjanjikan upacara negara dan menurunkan bendera setengah tiang di Gedung Putih hingga 14 September.
Mantan Presiden George W. Bush, Senator Mitch McConnell, dan bahkan PM Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan duka, menyoroti peran Kirk dalam gerakan konservatif muda.
Gubernur Cox menyebutnya "hari gelap bagi Utah dan Amerika," sementara Direktur FBI Kash Patel memperingatkan pelaku akan diadili secara maksimal.
FBI telah menerima lebih dari 7.000 tips—jumlah terbesar sejak bom Maraton Boston 2013—dan melibatkan tim forensik nasional serta U.S. Marshals dalam manhunt.
Dua orang sempat ditahan pada 11 September malam, tapi dibebaskan karena tidak terkait. Pelaku diduga akrab dengan kampus dan merencanakan serangan dengan teliti. Kampus Utah Valley tetap ditutup hingga Senin, dengan polisi Orem menjaga keamanan ketat. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
