Motif Pelaku Penembakan Charlie Kirk Masih Miserius, Spekulasi Ideologis dan Identitas
WASHINGTON, LELEMUKU.COM – Penembakan fatal terhadap Charlie Kirk, pendiri Turning Point USA, di Utah Valley University (UVU), Orem, Utah, pada Rabu (10/9/2025), terus memicu spekulasi tentang identitas dan motif pelaku yang masih buron.
Dengan temuan senjata yang berisi peluru berukir ideologi transgender dan anti-fasisme, serta rilis foto pengawasan oleh FBI, penyelidikan mengarah pada dugaan serangan bermotif politik, meskipun identitas pelaku utama tetap menjadi misteri.
Berikut adalah gambaran dugaan pelaku berdasarkan informasi terkini hingga Kamis (11/9/2025) pukul 23.18 WIB.
FBI merilis foto pengawasan pada Kamis pagi, menunjukkan sosok pria berpakaian serba hitam di sekitar lokasi kejadian.
“Individu ini terlihat di CCTV kampus dan menjadi fokus penyelidikan,” ujar Special Agent in Charge FBI Salt Lake City, Robert Bohls, dalam konferensi pers bersama Komisaris Departemen Keamanan Publik Utah, Beau Mason.
Mason menambahkan bahwa pelaku tiba di UVU pukul 11.52 waktu setempat, naik ke atap melalui tangga darurat, dan “berbaur baik dengan komunitas kampus.”
Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms and Explosives (ATF) menemukan senjata Mauser .30-06 kaliber bolt-action impor lama, dibungkus handuk, di area berhutan yang sesuai dengan rute pelarian pelaku.
Menurut memo ATF yang dibagikan kepada Steven Crowder dan diunggah di X, satu peluru bekas masih di ruang peluru, dengan tiga peluru tak terpakai di magasin atas, semua bertuliskan pesan ideologi transgender dan anti-fasisme.
Komisaris Mason juga mengonfirmasi adanya jejak sepatu, sidik tangan telapak, dan sidik jari lengan untuk analisis forensik.
Ukiran pada peluru memicu spekulasi bahwa pelaku adalah aktivis dengan pandangan ekstrem, kemungkinan termotivasi oleh pernyataan kontroversial Kirk.
Saat kejadian, Kirk menjawab pertanyaan audiens, “Do you know how many transgender Americans have been mass shooters over the last 10 years?” dengan “Too many,” sebelum tembakan terdengar.
Namun, Departemen Kehakiman (DOJ) masih memverifikasi keakuratan deskripsi ukiran, dengan sumber kepada Reuters menyatakan bahwa klaim ini belum sepenuhnya dikonfirmasi.
Penembakan terjadi pukul 12.24 waktu setempat di Sorensen Center, UVU, saat Kirk, 31 tahun, berbicara dalam acara “American Comeback Tour” di hadapan sekitar 3.000 peserta.
Video viral menangkap momen Kirk ambruk setelah peluru menembus lehernya, ditembak dari atap gedung sekitar 200 yard, kemungkinan Losee Center. Pelaku, yang digambarkan sebagai pria berusia usia kuliah, mengenakan pakaian taktis gelap, celana jeans, kemeja hitam, dan topeng hitam, melarikan diri berjalan kaki ke area berhutan setelah melepaskan satu tembakan.
Meskipun foto pengawasan memberikan petunjuk visual, identitas pelaku tetap tidak diketahui. FBI dan Utah Department of Public Safety (DPS) menegaskan bahwa dua individu yang sempat ditahan, George Zinn (71 tahun) dan Zachariah Qureshi (25 tahun), tidak terkait. Zinn, pensiunan lokal yang dikenal sebagai pengganggu politik, didakwa obstruction of justice, sementara Qureshi, mahasiswa BYU, dilepaskan tanpa tuduhan. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
