Mahmoud Abbas Kutuk Genosida Israel di Gaza, Desak Gencatan Senjata Segera di Sidang Umum PBB ke-80
NEW YORK, LELEMUKU.COM - Presiden Negara Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan pidato melalui video di Debat Umum Sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Kamis, 25 September 2025, mengecam keras Israel atas "genosida" di Gaza, menolak rencana "Israel Raya", serta mendesak gencatan senjata segera dan bantuan kemanusiaan tak terhalang di tengah ulang tahun ke-80 PBB yang ditandai krisis kemanusiaan global.
Abbas membuka pidatonya dengan menolak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, menyatakan bahwa aksi tersebut "tidak mewakili rakyat Palestina, juga tidak mewakili perjuangan kita yang sah". Ia menekankan komitmen Palestina terhadap perdamaian, dengan mengingatkan bahwa "kami telah merevisi Piagam Nasional kami, menolak kekerasan dan terorisme, serta mengadopsi budaya perdamaian".
Presiden berusia 89 tahun itu menggambarkan situasi di Gaza sebagai "neraka hidup", di mana perang telah menewaskan dan melukai sekitar 220.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, sambil mengecam ekspansi pemukiman Israel sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. "Palestina adalah milik kami, dan kami tidak akan pergi," tegasnya, menolak visi "Israel Raya" yang mengancam hak Palestina atas tanah mereka.
Abbas menyatakan kesiapan Palestina untuk perdamaian jika Israel mengizinkannya, mendukung solusi dua negara di Tepi Barat dan Gaza berdampingan dengan Israel, serta meminta pembebasan sandera Israel dan akses bantuan melalui organisasi PBB. Ia juga berterima kasih kepada negara-negara yang baru-baru ini mengakui Palestina, sambil menyerukan peran aktif komunitas internasional untuk mengakhiri pendudukan ilegal.
Pidato ini disampaikan di tengah gelombang pidato kepala negara dan pemerintah dari 23-27 dan 29 September 2025, yang membahas isu mendesak seperti konflik di Ukraina, Sudan, dan krisis iklim yang semakin parah, dengan Abbas menekankan solidaritas Palestina dengan perjuangan global melawan ketidakadilan.
Hingga Jumat, 26 September 2025, pidato Abbas menjadi sorotan karena nada tegasnya terhadap Israel dan Hamas, dengan rekaman lengkap tersedia di situs resmi PBB, termasuk versi audio dalam bahasa Inggris dan Arab. Analis internasional memuji pidatonya sebagai panggilan mendesak untuk aksi konkret, di tengah tekanan global untuk merevitalisasi PBB. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
