7 Gempa Guncang Nabire dalam 1 Jam, Terkuat adalah Magnitudo 6,6
NABIRE, LELEMUKU.COM – Wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, diguncang oleh serangkaian gempa bumi sejak Jumat (19/9/2025) dini hari. Hingga saat ini, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mencatat setidaknya 7 kali gempa, dengan gempa terkuat memiliki magnitudo 6,6 yang terjadi pada pukul 03.19 WIT.
Gempa susulan pertama terjadi pada pukul 03.33 WIT dengan magnitudo 4,2 SR, di lokasi 24 km barat laut Nabire dengan kedalaman 22 km.
Selanjutnya, pada pukul 03.35 WIT, gempa magnitudo 3,9 SR terjadi di 27 km barat laut Nabire dengan kedalaman 26 km.
Pukul 03.37 WIT, gempa magnitudo 3,9 SR lagi-lagi mengguncang 23 km barat laut Nabire dengan kedalaman 20 km.
Pada pukul 03.43 WIT, gempa magnitudo 3,4 SR terjadi di 22 km barat daya Nabire dengan kedalaman 39 km.
Dilanjutkan pada pukul 03.51 WIT, gempa magnitudo 4,0 SR mengguncang 26 km barat laut Nabire dengan kedalaman 23 km.
Gempa terbaru terjadi pada pukul 04.05 WIT dengan magnitudo 2,6, di lokasi 24 kilometer barat laut Nabire dengan kedalaman 26 kilometer. Meskipun magnitudo ini relatif kecil, gempa ini menjadi bagian dari rentetan aktivitas seismik yang baru terjadi di wilayah tersebut.
Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 6,6 tersebut pusatnya berada di darat 12 kilometer barat daya Nabire dengan kedalaman 24 kilometer. Getaran ini dirasakan cukup kuat di Nabire dengan skala V MMI (Modified Mercalli Intensity), yang berarti getaran dirasakan oleh hampir semua orang, benda-benda bergoyang, dan beberapa kerusakan ringan pada bangunan mungkin terjadi. Di Wasior, Papua Barat getaran dirasakan dengan skala IV-V MMI, sementara di Timika, Kabupaten Mimika getaran dirasakan dengan skala III MMI.
Reaksi warga setempat bervariasi. Sebagian warga di Nabire, Waghete, Kamuu, Wasior, Enarotali dan Timika, melaporkan bahwa getaran cukup kuat dan membuat mereka panik, terutama karena gempa terjadi di dini hari.
Warga juga melaporkan terjadi kerusakan di beberapa titik di ibukota Nabire. Seperti kerusakan jalan dan jembatan di Siriwini Bawah, Sanoba dan Kalibobo, bangunan rumah yang roboh di Karang Barat dan Bumi Wonorejo.
BMKG terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tidak panik serta mengikuti informasi resmi. "Jika ada gempa susulan, pastikan untuk tetap tenang dan menjauh dari bangunan yang rawan roboh," tambah BMKG dalam pernyataannya. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
